Kapolsek Kapas Bersama Muspika, Sambangi Warganya yang Sakit Sejak Lahir
Sabtu, 06 Mei 2017 09:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Kapas - Setelah dendengar adanya informasi yang beredar di media sosial tentang adanya anak yang menderita lumpuh semenjak lahir, Kapolsek Kapas AKP Ngatimin bersama Forpimka Kecamatan Kapas serta dokter dari desa setempat, pada Jum'at (05/05/2017) sekira pukul 09.30 WIB kemarin pagi, lakukan kunjungan sekaligus memberikan bantuan kepada keluarga penderita tersebut.

Sugeng (34) merupakan anak pertama pasangan Sardi serta Sumiati, warga dukuh Tadingoro RT 21 RW 3 Desa Tanjungharjo Kecamatan Kapas, diketahui menderita lumpuh semenjak lahir. Selain itu, menurut penuturan keluarganya, Sugeng telah menderita kelainan mental sejak lahir dan tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya manusia normal, sehingga hanya tergolek di tempat tidur.
“Untuk melakukan aktifitas kesehariannya seperi mandi, makan, buang air kecil dan besar, juga dilakukan dalam kondisi tidur,” ungkap AKP Ngatimin.

AKP Ngatimin menambahkan, bahwa selama ini Sugeng dirawat oleh kedua orang tuanya dengan penuh rasa kasih sayang. Munculnya pemberitaan di media sosial beberapa waktu lalu, menurnya merupakan kepedulian warga masyarakat, yang ingin menyampaikan bahwa di sekitar kita, masih ada orang atau keluarga yang sedang menerima ujian dan dengan demikian akan timbul rasa empati dari warga masyarakat unntuk membantu meringankan beban keluarga yang sedang menerima ujian tersebut.
“Kunjungan kami ini guna memberikan dukungan moral kepada keluarga, agar tetap tabah dalam menjalani ujian tersebut,” terang AKP Ngatimin.
Masih dalam keterangan, Kapolsek juga menambahkan bahwa saat sebelum beredar pemberitaan di media sosial, dokter setempat pernah memberikan surat rujukan kepada keluarga, agar Sugeng dibawa ke rumah sakit di Surabaya untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang lebih baik dan layak. Namun, dengan alasan keterbatasan biaya dari orang tuanya yang hanya seorang petani, keluarga menolak surat rujukan tersebut.
"Dokter setempat pernah memberikan rujukan untuk berobat ke Surabaya, namun ditolak karena keterbatasan biasa berobat," pungkas Kapolsek. (her/inc)












































.md.jpg)






