Aliansi OKP Bojonegoro Gelar Aksi Dukung Pembubaran HTI
Senin, 15 Mei 2017 10:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Bojonegoro Kota - Aliansi organisasi kepemudaan (OKP) Bojonegoro hari ini Senin (15/05/2017) sekitar pukul 10.00 WIB di depan gedung DPRD Kabupaten Bojonegoro, menggelar aksi damai mendukung pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI di Indonesia. Ratusan massa yang terdiri dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Banser, Fatayat, GMNI, PMII, Pagar Nusa, dan Projo menggeruduk anggota DPRD untuk ikut mendukung aksi mereka.
Salah satu orator dalam aksi tersebut Mustakim menyampaikan bahwa Pancasila sebagai ideologi dasar negara Indonesia merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia dan Pancasila sudah menjadi pilihan para pendiri bangsa (founding fathers) sebagai bentuk ideologi.
Bagi bangsa Indonesia untuk menjalankan segala tata pemerintahan dan harus ikut serta diikuti oleh semua yang terlibat dalam proses berbangsa dan bernegara. Dengan adanya sekelompok organisasi yang ingin mengganti ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan ideologi khilafah maka pihaknya sebagai pewaris perjuangan bangsa tidak akan tinggal diam.
Seperti halnya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dimana dianggap sebagai organisasi yang bergerak dalam bidang politik bukan bergerak dalam bidang dakwah lagi dan berkeinginan untuk mengganti Pancasila dengan ideologi khilafah, pemerintah berencana membubarkan HTI dengan berbagai alasan di antaranya yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto beberapa waktu lalu diantaranya :
"Pertama, sebagai ormas berbadan hukum, HTI tidak melaksanakan peran positif untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan guna mencapai tujuan nasional," ujarnya.
Kedua, kegiatan yang diiaksanakan HTI terindikasi kuat telah bertentangan dengan tujuan, azas, dan ciri yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagaimana diatur dalam UndangUndang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas.
Ketiga, aktivitas yang dilakukan HTI dinilai telah menimbulkan benturan di masyarakat yang dapat mengancam keamanan dan, ketertiban masyarakat, serta membahayakan keutuhan NKRI.
"Dengan demikian kami dari aliansi OKP Kabupaten Bojonegoro mendukung pemerimah untuk segera membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia dan ikut serta dalam menjaga kedaulatan NKRI," jelasnya.
Sekitar 4 fraksi DPRD Kabupaten Bojonegoro yaitu Gerindra, PKB, PDIP dan Nasdem Nurani Rakyat menerima kedatangan massa di depan gedung DPRD Kabupaten Bojonegoro.
Ketua Fraksi Nasdem Nurani Rakyat Ali Mustofa menjelaskan bahwa sikap fraksinya jelas mendukung atas dibubarkanya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh pemerintah. Kata Abah Ali sapaan akrabnya, mengatakan tidak hanya HTI yang harus dibubarkan, namun organisasi yang tidak berazaskan Pancasila dan cenderung merongrong Pancasila harus dibubarkan pula.
"Kita akan menginventarisir dari anggota HTI yang PNS dan sekaligus nanti akan dilakukan pembinaan supaya mereka berjalan di rel yang benar," pungkasnya. (pin/kik)












































.md.jpg)






