Disperta Kesulitan Data Petani Pesanggem untuk Program Kartu Tani
Jumat, 30 Juni 2017 08:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Bojonegoro Kota - Salah satu alasan program kartu tani bakal diprediksi molor adalah kesulitan Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro melakukan pendataan petani. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro Djupari mengatakan pendataan yang paling sulit adalah untuk petani penggarap lahan milik Perhutani atau biasa disebut petani pesanggem.
"Belum lagi petani pesanggem itu nanti sulit sekali itu mendatanya," kata Djupari saat dengar pendapat bersama Komisi B DPRD Bojonegoro.
Disamping itu data petani pesanggem dengan jumlah kurang lebih 40 ribu orang, kata Djupari tidak dimasukkan dalam data target kartu tani oleh pemerintah. Pemerintah hanya menargetkan total 165 ribu petani di wilayah Kabupaten Bojonegoro, sedangkan jika ditotal jumlah seluruh petani termasuk petani pesanggem sekitar 210 ribu jiwa.
Petani pesanggem sendiri tersebar di beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Bojonegoro seperti di daerah selatan yakni Dander, Temayang, Gondang, Sekar dan lain sebagainya, serta di wilayah barat.
Djupari menyayangkan pula belum terbitnya perpres, juklak maupun juknis mengenai program kartu tani tersebut. Pasalnya ribuan petani pesanggem yang belum masuk target ini juga akan diusulkan oleh pemerintah daerah Kabupaten Bojonegoro.
"Saya pesimistis kalau belum ada perpres," pungkasnya.
Sementara itu Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro Sigit Kushariyanto mengatakan agar Disperta tetap optimistis dalam menjalankan pendataan para petani bersama Bank BNI 46 Cabang Bojonegoro.
Dia mengusulkan Disperta agar lebih bekerjasama dengan LMDH untuk melakukan pendataan guna menentukan kebutuhan pupuk bagi petani pesanggem.
"Kan bisa bekerjasama dengan LMDH untuk meminta data," jelas Sigit.
Seperti diberitakan sebelumnya kartu tani adalah program yang diluncurkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan bekerjasama dengan Kementerian BUMN untuk penyaluran pupuk bersubsidi. Diharapkan nantinya setiap petani bisa mendapatkan pupuk bersubsidi melalui kios - kios dengan menggunakan kartu tani yang sudah diisi dengan alokasi pupuk bersubsidi.
Program ini diharapakan mempu menyalurkan subsidi bagi petani dengan tepat sesuai jumlah, mutu, lokasi, waktu, harga dan subyek. (pin/kik)












































.md.jpg)






