Inilah Kronologi Tertinggalnya Tas Berisi Uang di Terminal Rajekwesi Bojonegoro
Jumat, 30 Juni 2017 11:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Oleh Imam Nurcahyo
Bojonegoro Kota - Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada Kamis (29/06/2017) sekira pukul 14.00 WIB kemarin siang, telah ditemukan tas warna hitam, tergeletak di ruang tunggu Terminal Rajekwesi Bojonegoro yang berisi sejumlah barang dan uang tunai sebesar Rp 12 juta rupiah. Selanjutnya, sambil menunggu pemiliknya, untuk sementara tas tersebut diamankan anggota polisi di Pos Pengamanan Operasi Ramadniya yang berada di kawasan Terminal Rajekwesi Bojonegoro.
Rencananya, baru siang ini tas tersebut akan diserahkan kepada pemiliknya, sehubungan baru pagi tadi pemilik tas kembali dari Surabaya menuju Bojonegoro, untuk mengambil tas tersebut.
Baca: Tas Berisi Uang Rp 12 Juta, Ditemukan Di Terminal Rajekwesi Bojonegoro
Adapun identitas pemilik tas tersebut bernama Ruth Firstin Winanti Bale, seorang perempuan mahasiswi Universitas PETRA Surabaya, kelahiran Kabupaten Halmahera Utara, tanggal 17 Juli 1994, bertempat tinggal di Desa Jatiblimbing RT 004 RW 001 Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro.
Menurut keterangan Perwira Pengendali (Padal) Ops Ramadniya Pos Pengamanan di kawasan Terminal Rajekwesi Bojonegoro, IPDA M Thohir, melalui sambungan telepon pada Jumat (30/06/2017) sekira pukul 11.00 WIB siang ini menerangkan, bahwa dirinya pagi ini ditugaskan untuk menjemput pemilik tas tersebut ke Surabaya, namun sehubungan pemilik tas telah terlebih dulu berangkat ke Bojonegoro, akhirnya keduanya bertemu di perjalanan.
“Saat ini saya sudah bersama pemilik tas mas, ini sudah sampai Kapas,” tutut IPDA M Thohir melalui sambungan seluler.
Sementara, berdasarkan keterangan pemilik tas, Ruth Firstin Winanti Bale, kronologi tertinggalnya tas tersebut bermula, pada pada Kamis (29/06/2017) sekira pukul 13.00 WIB kemarin siang, pemilik tas hendak melakukan perjalanan ke Surabaya dengan menaiki bus Dali Prima dari Terminal Rajekwesi Bojonegoro menuju Terminal Bungur Asih Surabaya.
Saat menaiki bus, tas miliknya masih dibawa bersama dirinya, namun saat kenek bus melihat dirinnya membawa tas, kenek bus mengatakan agar tasnya ditaruh di bagasi bus saja dan pemilik tas percaya dan menurut saja. Namun sehubungan di dalam tas tersebut ada dompet, maka pemilik tas mengatakan kalau mau ambil dompetnya dulu, baru tas tersebut diserahkan kepada kenek bus untuk ditaruh di bagasi bus.
“Saat saya menyerahkan tas kepada kenek tersebut, saya belum menyadari kalau didalam tas tersebut tersimpan juga uang,” terang Ruth Firstin Winanti Bale melalui sambungan telepon.
Selang beberapa jam kemudian, saat bus berjalan di tol, pemilik tas baru menyadari kalau didalam tasnya juga tersimpan uang. Namun karena menurutnya tidak lama lagi bus akan sampai di terminal Bungur Asih, dirinya menunggu saja hingga bus sampai di Terminal Bungur Asih.
“Namun, saya terkejut ketika bus telah berhenti di Terminal Bungur Asih, ternyata tas saya tidak ada di bagasi bus,” imbuhnya.
Mengetahui hal tersebut, pemilik tas menanyakan kembali kepada kenek bus yang sebelumnya meminta tasnya untuk di simpan di dalam bagasi bus dan kenek bus mengatakan ada kemungkinan tas tersebut masih tertinggal di ruang tunggu Terminal Rajekwesi Bojonegoro.
“Selanjutnya saya dan kenek bus tersebut melaporkan kepada petugas Terminal Bungur Asih, guna meminta bantuan untuk menanyakan kepada petugas di Terminal Bojonegoro, terkait keberadaan tas tersebut,” lanjutnya.
Dan sebagaimana diberitakan sebelumnya, tas tersebut memang ditemukan tertinggal di ruang tunggu Terminal Rajekwesi Bojonegoro dan telah diamankan di Pos Pengamanan Operasi Ramadniya yang berada di kawasan Terminal Rajekwesi Bojonegoro.
“Karena tas saya berikut isinya telah aman dan waktu sudah cukup malam, saya baru akan mengambil tas tersebut hari ini,” ucapnya.
Sementara, guna mengungkap misteri tertinggalnya tas milik Ruth Firstin Winanti Bale yang berisikan sejumlah barang dan uang tunai sebesar Rp 12 juta rupiah tersebut, di ruang tunggu Terminal Rajekwesi Bojonegoro, petugas kepolisian telah memanggil kenek bus Dali Prima yang diserahi oleh pemilik tas untuk menaruh tas tersebut di bagasi bus, guna dimintai keterangan sekaligus memastikan guna pemilik tas tersebut. (inc/imm)
*) Foto: Pemilik tas Ruth Firstin Winanti Bale












































.md.jpg)






