Laboratorium Fisika MA At-Tanwir Sumberrejo Terbakar
Sabtu, 26 Agustus 2017 16:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Oleh Imam Nurcahyo
Sumberrejo - Peristiwa kebakaran menghanguskan Laboratorium Fisika milik Madrasah Aliyah (MA) At-Tanwir, yang berada di Komplek Pondok Pesantren (Ponpes) At-Tanwir di Desa Talun Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro pada Sabtu (26/08/2017) sekira pukul 10.30 WIB siang tadi.
Sumber api diketahui berasal dari sampah yang dibakar disebelah timur gedung Laboratorium Fisika tersebut, yang merembet membakar tumpukan kayu bekas dan terus merembet hingga membakar atap geduk tersebut.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, kerugian material diperkirakan sebesar Rp 15 juta,” terang Kapolsek Sumberrejo, AKP Nur Zjaeni, pada Sabtu siang.
Kapolsek menuturkan, dari keterangan saksi-saksi yang disampaikan kepada petugas saat olah TKP, peristiwa tersebut bermula pada hari Sabtu (26/08/2017), sekira pukul 10.00 WIB, seorang guru bemama Nur Rohmat Arizal, hendak menuju ruang kelas di lantai dua dan melewati tangga yang berada disamping laboratorium fisika tersebut.
Pada saat naik sampai di pertengahan tangga, saksi melihat ada kepulan asap di sebelah timur gedung laboratorim fisika. “Saksi kemudian kembali turun dari tangga guna mengecek sumber asap tersebut.” terang Kapolsek.
Setelah dilakukan pengecekan, diketahui bahwa api berasal dari sampah yang dibakar, di sebelah timur gedung laboratorium fisika.
“Saat itu api sudah membakar tumpukan kayu bekas yang terdapat di sebelah timur gedung laboratorium fisika dan mulai merembet membakar atap gedung,” ungkap Kapolsek.
Kemudian saksi meminta para pelajar yang berada di dalam gedung laboratorium fisika untuk keluar dan mengevakuasi peralatan yang ada di dalam gedung tersebut, sambil memberitahukan kepada para guru yang lain serta pada pengurus pondok.
“Kejadian tersebut selanjutnya dilapor kepada Polsek Sumberrejo sekaligus meminta bantuan pada Dinas Pemadam Kebakaran guna membantu melakukan pemadaman,” lanjut Kapolsek.

Masih menurut Kapolsek, tidak lama berselang datang para pekerja bangunan yang sedang membangun gedung baru, di belakang gedung laboratorium fisika tersebut dan langsung membantu memadamkan api dengan menggunakan peralatan seadanya dan kemudian datang 2 (dua) unit mobil mobil pemadam kebakaran guna membantu memadamkan api. “Api benar-benar dapat dipandamkan dalam waktu sekitar tiga puluh menit.” imbuh Kapolsek.
Berdasarkan hasil olah TKP, diketahui gedung berukuran 7 meter kali 8 meter, dinding gedung terbuat dari tembok, rangka atap terbuat dari kayu dan plafon dari eternit. Pada saat terjadi kebakaran, gedung dalam keadaan kosong. Di sebelah timur gedung merupakan tempat pembuangan dan pembakaran sampah yang terpisah oleh dinding seng. Dan tepat di sebelah timur gedung terdapat tumpukan kayu kering bekas.
“Sumber api diduga berasal dari sampah yang dibakar yang merembet membakar tumpukan kayu bekas dan terus merembet hingga membakar atap gedung,” pungkas Kapolsek.
Sementara menurut keterangan Kabid Pengendalian Kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bojonegoro, Sukirno, bahwa Dinas Pemadam Kebakaran Pos Bantu Baureno menerima laporan sekira pukul 10.53 WIB. Selanjutnya, Dinas Pemadam Kebakaran Pos Bantu Baureno mengirimkan 2 unit mobil pemadam kebakaran berikut 8 orang personil dan tiba di lokasi sekira pukul 11.00 WIB. “Api baru dapat dipadamkan sekira pukul 10.35 WIB,” terang Sukirno. (inc/imm)












































.md.jpg)






