Inilah Kronologi Tenggelamnya Seorang Remaja di Sungai Bengawan Solo
Sabtu, 23 September 2017 06:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Oleh Imam Nurcahyo
Bojonegoro (Padangan) - Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang remaja bernama Muhammad Yusuf (14), pelajar asal Dusun Pengkok Desa Padangan RT 017 RW 004 Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro, pada Jumat (22/09/2017) sekira pukul 18.00 WIB kemarin petang, dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo turut wilayah Dukuh Kalangan Desa Padangan Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro.
Setelah korban diketahui tenggelam, teman korban yang bernama Ibnu (14) langsung memberitahu orang tua korban. Sedangkan teman korban yang lainnya, Renanda (14) melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolsek Padangan, namun karena keduanya mengalami shock dan terus-menerus menangis, petugas masih belum dapat meminta keterangan kepada kedua saksi dan setelah keduanya tenang, saksi menceritakan kronologi tenggelamnya korban kepada petugas yang selanjutnya petugas segera meminta keterangan kepada saksi-saksi lainnya.
Baca: Seorang Remaja Dilaporkan Tenggelam di Sungai Bengawan Solo

Berikut ini kronologi tenggelamnya korban, sebagaimana disampaikan Kapolsek Padangan Kompol Eko Dhani Rinawan SH, kepada awak media ini.
Bahwasanya pada Jumat (22/09/2017) sekira pukul 16.00 WIB, korban bersama teman-temannya yaitu Arif (38), Ibnu (14) dan Santo (14), ketiganya warga Desa Padangan RT 017 RW 004 Kecamatan Padangan serta Renanda (14), warga Desa Padangan RT 020 RW 004 Kecamatan Padangan, berangkat dari rumah menuju sungai Bengawan Solo turut wilayah Dukuh Kalangan Desa Padangan RT 008 RW 002 Kecamatan Padangan.
“Korban bersama teman-temannya hendak mencari kerang untuk dimasak bersama sama,” terang Kapolsek.
Saat mencari kerang tersebut, lanjut Kapolsek, korban bersama teman-temannya hingga berada di bagian seberang atau sisi utara sungai Bengawan Solo turut wilayah Desa Brangkal Kecamatan Kasiman dan setelah mendapatkan kerang, sekira pukul 17.15 WIB korban bersama teman-temannya hendak kembali ke tepi sisi selatan dengan cara berenang namun sesampainya di tengah-tengah sungai Bengawan Solo, korban dan teman-temannya tidak mengetahui bagian mana yang dangkal dan dalam.
“Saat itu teman korban yang bernama Santo dan Renada, nyaris tenggelam, sehingga ketiga teman yang lainnya, Arif, Ibnu dan korban berusaha menolongnya,” lanjut Kapolsek.
Setelah Santo dan Renada berhasil diselamatkan oleh Arif dan Ibnu, namun korban justru yang tenggelam sehingga keempat temannya berusaha mencari keberadaan korban namun korban tidak kunjung ditemukan dan karena saat itu posisi teman-teman korban yang selamat masih berada di tengah-tengah sungai Bengawan Solo, akhirnya mereka meminta bantuan kepada warga yang berada di sebelah utara sungai Bengawan Solo yang kebetulan membawa perahu.
“Oleh warga tersebut, keempat teman korban ditolong untuk di bawa ke tepi, di sisi sebelah selatan sungai Bengawan Solo,” tutur Kapolsek.
Setelah berhasil diseberangkan, teman korban yang bernama Ibnu langsung menuju rumah korban untuk memberitahu orang tua korban sedangkan Arief, Santo dan Renanda, pulang ke rumah masing- masing.
“Sekira pukul 18.00 WIB, Renanda melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Padangan, namun saksi saat itu masih belum dapat dimintai keterangan,” imbuh Kapolsek.
Setelah mendapat laporan tersebut, Kapolsek bersama anggota segera mendatangi lokasi kejadian guna membantu melakukan pencarian terhadap korban bersama-sama warga masyarakat, dengan cara melakukan pemantauan di lokasi kejdaian dengan menggunakan 3 (tiga) perahu warga.
Selain itu, Kapolsek juga telah menghubungi Tim SAR dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro dan Tim SAR dari Sat Sabhara Polres Bojonegoro, guna membantu melakukan pencarian terhadap korban namun mengingat tadi malam kondisinya gelap, Tim Sar Gabungan rencananya baru pagi ini akan melakukan pencarian terhadap korban.
“Hingga pukul 00.00 WIB dini hari tadi, korban masih belum diketemukan, petugas bersama warga masih terus melakukan pencarian dengan peralatan seadanya,” pungkas Kapolsek. (red/imm)












































.md.jpg)






