Musibah Orang Tenggelam
Korban Tenggelam di Bengawan Solo Padangan Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal Dunia
Sabtu, 23 September 2017 22:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Oleh Imam Nurcahyo
Bojonegoro (Padangan) - Muhammad Yusuf (14), pelajar asal Dusun Pengkok Desa Padangan RT 017 RW 004 Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro, yang dilaporkan tenggelam pada Jumat (22/09/2017) sekira pukul 18.00 WIB kemarin petang, pada Sabtu (23/09/2017) sekira pukul 19.10 WIB, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Korban ditemukan di sekitar jembatan Padangan-Kasiman atau kurang lebih 200 meter ke arah hilir, dari lokasi kejadiam musibah. Saat ini jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Menurut keterangan koordinator Tim SAR Gabungan BPBD Kabupaten Bojonegoro, Sukirno, bahwa sejak korban dilaporkan tenggelam, Tim SAR Gabungan dari BPBD Bojonegoro, Sat Sabhara Polres Bojonegoro, Tim SAR Tagana Cepu (Blora) dan BASARNAS Surabaya telah melakukan pencarian terhadap korban dan pada Sabtu (23/09/2017) pukul 18.00 WIB petang tadi, korban masih belum diketemukan. Karena cuaca yang tidak memungkinkan, untuk sementara pada petang tadi, proses pencarian dihentikan dan rencananya akan dilanjutkan besok pagi namun Tim SAR masih menyiagakan 4 (empat) orang personel yang bertugas untuk melakukan pengamatan disekitar lokasi kejadian musibah dan rencananya setiap tiga jam anggota akan melakukan penyisiran.
“Ternyata sebelum tiga jam, anggota Tim SAR telah melakukan penyisiran dan saat dilakukan penyisiran tersebut korban ditemukan sehingga langsung dievakuasi,” terang Sukirno.

Sementara, menurut keterangan Kapolsek Padangan, Kompol Eko Dhani Rinawan SH, bahwa kronologi penemuan jenazah korban bermula sekira pukul 18.00 WIB pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan dihentikan untuk sementara, namun kurang lebih satu jam berikutnya Tim SAR bersama warga kembali melakukan penyirisan dengan menggunakan perahu karet, sambil melakukan pengamatan mulai dari lokasi kejadian hingga ke jembatan Padangan-Kasiman.
“Saat sampai di sekitar jembatan, anggota Tim SAR mendapati korban dalam kondisi terapung sehingga korban langsung dievakuasi,” terang Kapolsek.
Setelah dievakuasi, diketahui korban telah meninggal dunia, sehingga jenazah korban segera dibawa menuju rumah duka untuk dilakukan identifikasi dan dilakukan visum.
“Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban dinyatakan meninggal murni karena tenggelam,” terang Kapolsek.
Atas terjadinya peristiwa tersebut, keluarga korban menerima sebagai musibah dan meminta untuk tidak dilakukan otopsi, yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan, tidak akan menuntut pihak manapun atas musibah yang menimpa anaknya tersebut. Dan setelah dibuatkan berita-acara, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
“Setelah dilakukan visum, jenazah koban di serahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman,” pungkas Kapolsek.

Diberitakan sebelumnya, Muhammad Yusuf (14), pada Jumat (22/09/2017) sekira pukul 16.00 WIB kemarin sore, bersama teman-temannya yaitu Arif (38), Ibnu (14) dan Santo (14), ketiganya warga Desa Padangan RT 017 RW 004 Kecamatan Padangan serta Renanda (14), warga Desa Padangan RT 020 RW 004 Kecamatan Padangan, berangkat dari rumah menuju sungai Bengawan Solo turut wilayah Dukuh Kalangan Desa Padangan RT 008 RW 002 Kecamatan Padangan. Korban bersama teman-temannya hendak mencari kerang untuk dimasak bersama sama.
Saat mencari kerang tersebut, korban bersama teman-temannya hingga berada di bagian seberang atau sisi utara sungai Bengawan Solo turut wilayah Desa Brangkal Kecamatan Kasiman dan setelah mendapatkan kerang, sekira pukul 17.15 WIB korban bersama teman-temannya hendak kembali ke tepi sisi selatan dengan cara berenang namun sesampainya di tengah-tengah sungai Bengawan Solo, korban dan teman-temannya tidak mengetahui bagian mana yang dangkal dan dalam. Saat itu teman korban yang bernama Santo dan Renada, nyaris tenggelam, sehingga ketiga teman yang lainnya, Arif, Ibnu dan korban berusaha menolongnya.
Setelah Santo dan Renada berhasil diselamatkan oleh Arif dan Ibnu, namun korban justru yang tenggelam sehingga keempat temannya berusaha mencari keberadaan korban namun korban tidak kunjung ditemukan dan karena saat itu posisi teman-teman korban yang selamat masih berada di tengah-tengah sungai Bengawan Solo, akhirnya mereka meminta bantuan kepada warga yang berada di sebelah utara sungai Bengawan Solo yang kebetulan membawa perahu.
Setelah berhasil diseberangkan, teman korban yang bernama Ibnu langsung menuju rumah korban untuk memberitahu orang tua korban sedangkan Renanda melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Padangan dan pada Sabtu (23/09/2017) sekira pukul 19.10 WIB malam ini, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Korban ditemukan disekitar jembatan Padangan-Kasiman atau kurang lebih 200 meter ke arah hilir dari lokasi kejadiam musibah dan saat ini jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. (red/imm)












































.md.jpg)






