Warga Malo Ditemukan Meninggal Dunia Mengapung di Bengawan Solo
Selasa, 26 September 2017 10:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Oleh Imam Nurcahyo
Bojonegoro (Trucuk) - Sesosok mayat laki-laki bernama Muhamad Ridwan Khusnudon (30), warga Desa Tinawun RT 010 RW 005 Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro, pada Senin (25/09/2017) sekira pukul 17.30 WIB kemarin petang, ditemukan mengapung di Sungai Bengawan Solo, turut wilayah Desa Sranak RT 006 RW 001 Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro. Korban pertama kali diketahui oleh warga yang selanjutnya dilaporkan ke pihak kepolisian. Saat ini jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga guna proses pemakaman.

Informasi yang dihimpun media ini dari Koordinator Lapangan Tim SAR Gabungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Sukirno, menyebutkan bahwa pada awalnya BPBD menerima laporan dari warga dan kepolisian, adanya penemuan sesosok mayat yang mengapung di Bengawan Solo. Selanjutnya petugas SAR segera mendatangi lokasi penemuan dan langsung mengevakuasi mayat tersebut .
“Tim SAR bersama pihak kepolisian mengevakuasi mayat tersebut dan selanjutnya dibawa ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro,” terang Sukirno.

Sementara, menurut keterangan Kapolsek Trucuk, AKP Singgih Sujianto SH, kepada media ini mengungkapkan bahwa kronologi penemuan mayat tersebut bermula, pada Senin (25/09/2017) sekira pukul 17.00 WIB, saksi Sunyoto (46), warga Kelurahan Ledokkulon RT 005 RW 003 Kecamatan Bojonegoro Kota, sedang mandi di sungai Bengawan Solo dan secara tidak sengaja melihat sesuatu yang mengambang tersangkut ranting bambu yang berada di sisi seberang sungai Bengawan Solo. Karena merasa curiga, saksi Sunyoto (46) memanggil temannya, Fendi (38) yang masih tetangganya, dengan tujuan untuk bersama-sama memastikan dan melihat benda yang mengambang tersebut.
“Setelah didekati, benda yang mengambang tersebut ternyata sesosok mayat laki-laki.” terang Kapolsek sebagaimana dikutip dari terangkan saksi-saksi.
Kemudian kedua saksi tersebut menghubungi Bhabinkamtibmas Kelurahan Ledok Kulon, Bripka Muhajirin dan setelah tiba di lokasi kejadian, Bripka Muhajirin bersama kedua saksi tersebut mengevakuasi korban ke seberang sungai Bengawan Solo, turut wilayah Desa Sranak RT 006 RW 002 Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro.
“Selanjutnya peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Trucuk dan setelah dilakukan olah TKP, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Bojonegoro guna dilakukan otopsi.” imbuh Kapolsek.

Masih menurut Kapolsek, pada saat korban ditemukan identitas korban masih belum diketahui, sehubungan korban tidak membawa tanda identitas sama sekali, sehingga Kapolsek bersama petugas berupaya mengungkap identitas korban melalui berbagai saluran, diantarannya melalui media sosial dan akhirnya keluarga korban mengetahui sehingga langsung mendatangi RSUD Bojonegoro, untuk memastikan identitas korban.
“Keluarga korban mengetahui penemuan jenazah korban tersebut dari facebook, dan langsung mendatangi rumah sakit, guna memastikan identitas korban,” terang Kapolsek.
Kapolsek menambahkan, berdasarkan keterangan keluarga korban, bahwa korban telah meninggalkan rumah sejak Kamis (21/09/2017) sekira pukul 21.00 WIB 00 tanpa ijin orang tuanya dan selama ini pihak keluarga telah berusaha mencari kemana mana, namun tidak ketemu dan kemudian mendengar ada penmuan mayat dengan ciri-ciri seperti seperti korban.
“Setelah keluarga korban sampai di rumah sakit, keluarga menyatakan bahwa korban adalah Muhamad Ridwan Khusnudon,” lanjut Kapolsek.
Sementara, berdasarkanhasil pemeriksaan tim medis RSUD Bojonegoro, pada tubuh korban tidak diketemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
“Korban dipastikan meninggal dunia akibat tenggelam,” terang Kapolsek.
Atas terjadinya peristiwa tersebut, keluarga korban menerima sebagai musibah dan meminta untuk tidak dilakukan otopsi, yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan, tidak akan menuntut pihak manapun atas musibah yang menimpa anaknya tersebut. Dan setelah dibuatkan berita-acara, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
“Setelah dilakukan visum, jenazah koban di serahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman,” pungkas Kapolsek. (red/imm)












































.md.jpg)






