Jembatan Bojonegoro-Trucuk
Pembangunan Jembatan Ditunda, Penambang Lega
Minggu, 11 Oktober 2015 20:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Trucuk - Ditundanya pembangunan jembatan penghubung Kecamatan Bojonegoro dan Kecamatan Trucuk selama 3 tahun mendatang disambut gembira operator perahu penyeberangan. Sebelumnya para operator perahu penyeberangan di sekitar lokasi pembangunan jembatan itu sempat resah dan cemas. Mereka khawatir dibangunnya jembatan mengurangi penghasilan atau bahkan mematikan usaha perahu tambangan yang sudah digeluti puluhan tahun.
Sebenarnya mereka setuju jembatan dibangun, hanya saja perlu waktu. Adanya kabar penundaan tentu saja mereka menjadi lega. Paling tidak selama 3 tahun penundaan itu mereka bisa menabung dan bersiap-siap membuat usaha baru jika nanti jembatan benar-benar dibangun.
Kardi (42), operator perahu penyeberangan di Tambangan Idris, penghubung Jalan Panglima Sudirman ke Desa Trucuk, mengatakan, dirinya menyambut gembira ditundanya pembangunan jembatan Bojonegoro-Trucuk selama 3 tahun. Dia mengaku lega, karena mulai saat ini dirinya bisa mulai menabung.
"Ya, siap-siap Mas. Jika nanti jembatan itu benar-benar dibangun, saya bisa membuat usaha lain dengan tabungan itu," katanya kepada beritabojonegoro.com, Minggu (11/10).
Hal senada dikatakan Agus (40), operator perahu penyeberangan di tambangan Ledok Kulon ke Desa Guyangan, Trucuk. Dia mengaku, senang dengan penundaan pembangunan jembatan itu. Sebab, dirinya sudah merasa nyaman dengan usaha menjadi pengelola perahu penyeberangan.
"Apalagi usaha perahu penyeberangan ini sudah saya geluti puluhan tahun lalu," ujarnya.
Namun, penundaan pembangunan jembatan itu malah disesalkan sebagian warga Desa Trucuk. Mereka rata-rata menyayangkan penundaan tersebut. Selama ini warga sebenarnya sudah menantikan pembangunan sebuah jembatan di wilayahnya.
“Kenapa tidak jadi? Padahal saya dan warga lain berharap dipercepat agar akses ke Kota Bojonegoro bisa cepat dan tidak menggunakan jasa penyeberangan yang setiap lewat diharuskan bayar," ujar Sri (50), salah satu warga Desa Trucuk.
Sebelumnya diberitakan, pembangunan jembatan Bojonegoro-Trucuk yang awalnya dianggarkan Rp 54 miliar pada tahun 2015 ini, mendadak ditunda selama 3 tahun. Alasannya, Pemkab Bojonegoro mengalami penurunan penerimaan keuangan akibat anjloknya Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi (DBH Migas).
Pemkab memutuskan beberapa proyek pembangunan yang tidak begitu mendesak dilakukan peninjauan ulang. Salah satunya pembangunan jembatan Bojonegoro-Trucuk. (mol/tap)
*) Foto lokasi tambangan idris





































