RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Hadirkan Poli Onkologi Guna Mudahkan Akses Pengobatan Kanker di Bojonegoro
Sabtu, 11 April 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro kini telah menyediakan layanan khusus penanganan kanker melalui kehadiran poli onkologi. Keberadaan fasilitas ini menjadi solusi bagi pasien di wilayah Bojonegoro agar mendapatkan penanganan medis yang lebih cepat tanpa harus selalu dirujuk ke RSUD Dr Soetomo di Surabaya.
Topik mengenai akses kesehatan ini dibahas secara mendalam dalam program bincang pagi di Radio Malowopati FM pada Jumat (10/04/2026) kemarin. Mengusung tema keadilan akses bagi seluruh penderita kanker, diskusi tersebut menghadirkan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dr. Rahmat Trisnanto serta dokter spesialis penyakit dalam dr. Caesar sebagai narasumber.
Dokter Rahmat Trisnanto menyampaikan bahwa poli onkologi yang terletak di lantai dua gedung rawat jalan ini telah beroperasi sejak Desember tahun lalu. Menurutnya, layanan ini merupakan kabar baik karena warga kini bisa mendapatkan pemeriksaan serta penanganan awal langsung di daerah sendiri dengan penanganan dokter spesialis onkologi.
“Sekarang masyarakat Bojonegoro sudah bisa mendapatkan layanan pemeriksaan dan penanganan awal kanker di daerah sendiri. Poli onkologi ini berada di gedung rawat jalan lantai 2 dan ditangani oleh dokter spesialis onkologi,” jelasnya.
Selain untuk pasien yang telah terdiagnosis, layanan ini juga terbuka bagi masyarakat umum yang ingin melakukan pemeriksaan terhadap adanya benjolan atau gejala mencurigakan lainnya pada tubuh. Hal ini sejalan dengan penjelasan dr. Caesar yang menekankan bahwa deteksi dini merupakan langkah paling krusial untuk memperbesar peluang kesembuhan pasien.
“Semakin cepat kanker terdeteksi, maka kemungkinan sembuh akan semakin besar, tergantung jenis dan stadium kanker itu sendiri,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, dr. Caesar menguraikan bahwa secara medis tidak semua benjolan atau tumor bersifat ganas atau merupakan kanker. Namun, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan perubahan fisik yang muncul dan segera melakukan konsultasi medis guna memastikan status kesehatan mereka.
“Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan benjolan yang muncul di tubuh dan segera memeriksakannya ke fasilitas kesehatan,” ungkapnya.
Mengenai metode pengobatan, penanganan setiap pasien akan berbeda-beda tergantung pada kondisi fisik serta stadium yang dihadapi. Terapi medis dapat melibatkan tindakan operasi, kemoterapi, hingga radioterapi yang urutannya ditentukan oleh kebutuhan klinis pasien. Dokter Caesar menambahkan bahwa kemoterapi sendiri dilakukan melalui pemberian obat-obatan dengan durasi yang bervariasi sesuai rencana perawatan.
“Kemoterapi dilakukan dengan pemberian obat, baik melalui infus maupun metode lain, dengan durasi yang bervariasi,” jelasnya.
Selain mengandalkan pengobatan medis, para ahli kesehatan tersebut mengingatkan pentingnya langkah pencegahan melalui penerapan pola hidup sehat. Warga diharapkan mulai beralih mengonsumsi makanan alami, mengurangi produk instan, rutin berolahraga, serta menjaga keseimbangan antara istirahat dan pengelolaan stres untuk menjaga daya tahan tubuh.































.md.jpg)






