LPM Gelar Lokakarya dan Pameran Produk Permata
Jumat, 22 Desember 2017 15:00 WIBOleh Yudi Handoyo
Oleh Yudi Handoyo
Bojonegoro (Kota) - Lembaga Pemberdaya Masyarakat (LPM) Indonesia didukung penuh Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) menggelar lokakarya dan pameran produk program pemberdayaan perempuan kepala tumah tangga (Permata) Kabupaten Bojonegoro, di Dinas Koperasi dan UKM, Jalan Patimura Bojonegoro, Jum'at (22/12/2017).
Dilakukanya kegiatan pemberdayaan yang melibatkan perempuan single parent ini bertujuan untuk merangkul dan membudidayakan perekonomian para janda yang mempunyai usaha agar bisa mandiri sebagai Permata.
Pameran produk program pemberdyaan Permata ini di ikuti 50 janda yang terbagi di dua desa di Keamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro yakni, 34 perempuan dari Desa Leran dan dari Desa Sukoharjo 16 perempuan.
"Ini merupakan kegiatan puncak setelah dilakukan sosialisasi pendataan dari kedua desa. Dalam kegiatan ini diharapkan banyak usulan dari dinas atau pemerintah terkait untuk membudidayakan perempuan khususnya para janda," kata Fatkur Rahman selaku wakil kepala LPM Indonesia di Bojonegoro.
Ia menambahkan, lewat LPM para janda yang awalnya sudah memiliki usaha ini agar kapasitas kemampuannya meningat.
"Kami bersama EMCL membantu sarana prasarana penunjang usaha, sehingga bisa berdaya secara ekonomi dan secara sosial," tambahnya.

Selain itu, Mahfudoh Suyoto, dalam sambutannya menyampaikan, akan memberikan dukungan dan wadah dengan cara melakukan suatu program berkelanjutan pemberdayan perempuan,
"Saya sangat simpati terhadap program ini, namun saya berharap alangkah baiknya lebih di tingkatkan sinergitas atara Permata dengan Pemerintah untuk mewujutkan kesejahteraan ekonomi para janda," terang Bu Yoto.
Senada dengan itu, aggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro Anam Warsito mengusulkan, dengan adanya program ini kedapan pemerintah harus memikirkan suatu program yang bisa mejembatani para perempuan khususnya janda dalam bidang usaha, ia mecontohkan misalnya membuat program 'Komite Pemberdayaan Perempuan Bojonegoro'.
"Supaya lebih terarah, terukur dan bisa menapung semua perempan pengusaha tahun depan kita harus membuat program mumpuni, Agar hubungan antar pengusaha dan pemeritah lebih berkesinambungan selaras, sehingga aspirasi dan masalah yang dihadapi dapat ditampung dan terpecahkan bersama." terang Anam. (yuha/imm)


































.md.jpg)






