Dengan Biaya Pribadi, Aipda Suyono Buat Mesin Pencacah Rumput
Rabu, 27 Desember 2017 19:00 WIBOleh Priyo Spd
Oleh Priyo Spd
Blora – Aipda Suyono ( 56 ) anggota Kepolisian Resor Blora, Jawa Tengah yang saat ini bertugas di Polsek Jiken, merupakan salah satu contoh yang patut ditiru oleh jajaran anggota Polisi lainnya di Indonesia. Dirinya bukan hanya fokus bekerja pada bidang Kamtibmas semata, tapi beliau juga ikut terjun dalam masalah-masalah sosial, bahkan belum lama ini AIPDA Suyono membuat terobosan baru bagi membantu para peternak di daerahnya dengan membuatkan mesin pencacah rumput.
“Mesin pencacah rumput saya buat untuk membantu warga menyediakan pakan ternak sehingga akan mengurangi biaya dan tenaga yang dikeluarkan para petani/peternak di wilayah binaan saya,” kata Suyono.
Selain alat pencacah rumput Suyono juga mengajarkan terobosan baru Pembuatan Pakan Ternak dengan Cara SILASE, hal ini merupakan contoh luar biasa dan sangat luar biasa. Dikatakan luar biasa karena sebagai abdi negara dengan penghasilan terbatas, ternyata mampu memberikan teladan dan menjadi pengayom ditengah-tengah masyarakat. Dirinya mengaku biaya pembuatan mesin perajang rumput berasal dari uang tabungannya sendiri yang ia kumpulkan selama ini.
“Alat pencacah rumput ini sementara saya buat dengan uang hasil tabungan saya sendiri, dengan dibantu warga yang bisa mengelasnya,” ujarnya
Menurut Suyono melimpahnya hijauan pada musim hujan ini adalah suatu kesempatan bagi peternak untuk menyimpan pakan hijauannya untuk musim kemarau. Dengan cara teknologi pengawetan dengan cara Silase yang ia ajarkan, pakan hijauan tersebut dapat disimpan selama 1 bulan bahkan 1 tahun serta para peternak tidak usah mencari rumput tiap hari.
“Dengan cara Silase ini pakan ternak bisa bertahan selama 1 bulan bahkan 1 tahun dan limbah-limbah pohon jagung yang sudah kering selama ini yang biasanya dibakar oleh petani, sekarang bisa dimanfaatkan buat pakan terna,” ujarnya.
Pria yang pernah menjabat Kepala Desa Nglobo ini selain menjadi anggota Polisi juga mempunyai pekerjaan sampingan dengan berjualan sembako di rumahnya bersama istrinya.
“Tiap jam 5 pagi habis Sholat Subuh saya kepasar dulu belanja kebutuhan sembako buat dijual istri di rumah, setelah itu nanti saya baru berangkat untuk bertugas di Polsek Jiken,” ujarnya. (teg/moha)


































.md.jpg)






