Sopir Truk Keluhkan Lubang di Pintu Masuk Jembatan Timbang Baureno
Selasa, 13 Oktober 2015 17:00 WIBOleh Ahmad Bukhori
Oleh Ahmad Bukhori
Baureno - Ada lubang di tengah jalan di pintu masuk dan keluar sebelah barat jembatan timbang Baureno, Bojonegoro. Lubang bekas marka itu mengganggu truk-truk besar yang akan menimbang muatan di jembatan timbang itu. Terutama saat berpapasan ketika ada kendaraan truk barang dari arah barat yang hendak masuk dan arah timur yang hendak keluar jembatan timbang.
Kondisi lubang cukup dalam dengan pecahan batu berserakan menjadikan akses jalan masuk jembatan timbang jadi sempit. Menurut informasi kerusakan itu terjadi cukup lama. Sayangnya dari pihak pengelola jembatan timbang sepertinya diam saja.
Hal itu diungkapkan Anto (40), sopir truk trailer pengangkut pupuk asal Kecamatan Dander. Keberadaan lubang di tengah jalan itu menyusahkan dia saat membelokkan truknya. Dengan badan truk besar dan panjang ditambah muatan yang berat, sungguh menguras tenaga.
"Saya sangat terganggu. Kalau tidak pelan dan hati-hati saat berpapasan, bisa-bisa tabrakan dengan truk besar lain yang masuk jembatan timbang. Karena jalannya jadi sempit akibat ada lubang di tengah itu," ujarnya kepada beritabojonegoro.com, saat ditemui usai keluar dari menimbangkan muatannya, Selasa (13/10).
Andri (30), sopir truk tronton asal Surabaya, juga mengeluhkan lubang itu. Menurutnya,, kerusakan berupa lubang dan pecahan batu berserakan itu telah terjadi beberapa bulan lalu. Hampir tiap hari dia lewat dan nimbang muatan di jembatan timbang Baureno. Tiap kali lewat kondisi lubang itu tetap saja belum diperbaiki.
"Sejak mulai lewat dan nimbang Agustus lalu, saya lihat lubang itu sudah ada. Sampai sekarang belum juga dibenahi. Padahal lubang itu bisa membahayakan kendaraan. Kalau sampai terjerumus, iso-iso ora nyambut gawe, Mas. Apalagi truknya trailer atau tronton dengan muatan penuh," ungkap sopir yang biasa mengangkut tabung gas elpiji itu.
Secara terpisah, Moedji, selaku staf di Jembatan timbang Baureno, saat dikonfirmasi masalah tersebut mengatakan, sebenarnya kerusakan yang ada di lokasi jembatan timbang tidak hanya jalan berlubang itu saja. Beberapa infrastuktur lainnya juga perlu dilakukan perbaikan.
Terkait lubang jalan itu, imbuhnya, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur sebagai penanggung jawab jembatan timbang. Pihak Dishub Provinsi juga sudah berjanji segera melakukan pembenahan.
"Hanya saja kendaraan truk angkutan di Bojonegoro dianggap masih relatif sedikit. Sehingga pembangunan dan pembenahan infrastuktur sering ditunda pihak provinsi," jelasnya. (ori/tap)
*) Foto truk trailer muatan pupuk keluar dari jembatan timbang





































