News Ticker
  • Tips Bagi Calon Pelamar Dalam Mengikuti Proses Seleksi CPNS 2018
  • Inilah Alur Pendaftaran CPNS 2018
  • Jelang Pileg dan Pilpres, Polres Tuban Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu
  • Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka Hari Ini, Situs SSCN BKN Belum Dapat Diakses
  • Polisi di Bojonegoro Amankan Seorang Pelaku Penadahan
  • Perbedaan
  • Pecah Ban, Mobil Milik DLH Bojonegoro Tabrak Tumpukan Batu di Pinggir Jalan
  • Ratusan Warga Mojoagung Soko Tuban, Minta Kejaksaan Tindak Tegas Kades Korupsi
  • Penerimaan CPNS 2018 di Kabupaten Bojonegoro Tersedia 384 Formasi
  • Formasi Penerimaan CPNS 2018 Kabupaten Blora Sebanyak 508 Lowongan
  • Lagi, Kebakaran Menimpa Rumah Milik Warga Balen Bojonegoro
  • Penanggulangan Kemiskinan Menjadi Prioritas Pemerintah
  • Tabrakan Motor di Baureno Bojonegoro Kedua Pengendara Luka-Luka
  • Berikut ini Syarat Dasar Bagi Pelamar CPNS 2018
  • Sat Lantas Polres Bojonegoro Launching SIMELI
  • Sat Narkoba Polres Bojonegoro Laksanakan Binluh Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Pada Pelajar
  • Kapolres Bojonegoro Tekankan 7 Hal Kepada Anggotanya
  • Kapolres Bojonegoro Harap Komunitas Mancing Turut Berperan Dalam Menjaga Lingkungan
  • Perubahan
  • Menristekdikti: Kampus Tak Boleh Digunakan Untuk Politik Praktis

Tak Hanya Valentine

*Oleh Liya Yuliana

Gencarnya aneka tulisan yang nongol di sosmed seputar kontra valentine day ternyata belum sepenuhnya mengkonter peringatan acara tersebut. Faktanya, masih ada yang menanti cokelat dari kekasihnya pada tanggal 14 Februari. Tak hanya kawula muda, namun emak-emak juga masih demam yang namanya v-day.

Tahun lalu ormas dan dinas pendidikan daerah dengan tegas menginstruksikan kepada lembaga pendidikan agar anak didik tidak turut merayakannya. Begitu juga dengan tahun ini Kemenag gresik pada Februari 2018 melayangkan surat pemberitahuan agar melarang anak didik mengikuti huru-hara peringatan v-day. Di Bojonegoro sendiri tertanggal 13 Februari 2018 Kemenag mengimbau agar sekolah melarang siswa melakukan kegiatan atau perayaan apapun yang berhubungan dengan valentine day.

Disadari maupun tidak, memang perayaan V Day condong ke arah kebebasan dalam bergaul dengan lawan jenis. Seakan menghalalkan aktivitas layaknya pasutri tanpa ikatan pernikahan yang sah. Pergaulan bebas menjadi semakin masif. Jelas, ini sangat membahayakan. Merusak tatanan kehidupan masyarakat, maupun masa depan generasi masa kini.
Tak hanya V-day yang menjadi sorotan penulis, gaung gaul bebas juga masih mendapat angin segar. Sebut saja sebuah film yang diputar akhir-akhir ini. Film tersebut menggambarkan percintaan (pacaran) dua insan (laki-laki perempuan) tanpa ikatan halal laris manis di pasaran. Baru saja diputar, sudah  jutaan pasang bola mata menyaksikan. Kisah cinta yang berbalut dosa itu kian diminati masyarakat. Romantisme yang disajikan begitu membius. Tak heran bila masyarakat pun kepincut. Dibumbui persuasi nostalgia masa muda. Seakan masuk lorong waktu era 90-an.

Bila gaul bebas alias liberalisme pergaulan ini dibiarkan, maka bagaimana dengan masa depan bangsa kita? Jangan sampai tiba masanya gaul bebas merajalela, penyakit mematikan (HIV/AIDS) tersebar luas, generasi kehilangan badan yang kuat. Jiwa semangat berjuang tak ada lagi bahkan menjadi generasi pecandu narkoba. Jangan sampai semua itu terjadi. Hal ini butuh penanganan serius.

LGBT yang dikhawatirkan bahayanya oleh para praktisi justru mendapat angin segar. Judicial review yang dilakukan oleh Ibu Prof Dr Euis Sunarti seorang guru besar IPB agar tindakan LGBT dikriminalkan ternyata tidak diamini oleh MK. Beliau menuntut agar pelaku LGBT (Lesbi, Gay, Biseks, Transgender) dihukum penjara maksimal 5 tahun. Tak salah jika netizen pun ambil suara "LGBT dilegalkan".

Penulis sangat prihatin dengan paham liberalisme yang merasuki kalangan muda. Perayaan v-day, sinetron tak mendidik, LGBT dan lainnya sangat mengkhawatirkan. Bila generasimasa kini dirusak oleh liberalisme, bisakah kita menjamin generasi yang akan datang menjadi generasi gemilang? Lalu siapa yang akan bertanggung jawab?

Butuh Ketegasan Negara

Negaralah yang mampu meminimalisir bahkan menghentikan pergaulan bebas ini. Karena tanpa payung hukum mustahil pergaulan bebas dapat teratasi. Dengan dasar HAM pergaulan bebas dianggap halal. Sementara mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. Perzinahan, gaul bebas, LGBT jelas diharamkan dalam Islam. Kaum muslim meyakini bahwa kelak setelah nyawa tiada akan ada hisab perbuatannya semasa hidupnya. Hanya ada dua pilihan yakni surga atau neraka. Apabila jalan neraka dibuka lebar dengan pergaulan bebas, bagaimana dengan.masa depan akhirat kaum muslim? Sementara akhirat sebuah kepastian. Masa depan yang kekal. (*/kik)

*) Liya Yuliana adalah penulis buku Untuk Indonesia

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Teras

“Saya Ingin Selalu Memberi”

Kang Yoto, Mantan Bupati Bojonegoro

“Saya Ingin Selalu Memberi”

Oleh Muhammad Roqib Kang Yoto, mantan Bupati Bojonegoro dua periode yakni 2008 2013 dan 2013 2018, sungguh menikmati masa-masa senggangnya ...

Opini

Gaul Bebas Kian Marak, HIV/AIDS Makin Merebak

Gaul Bebas Kian Marak, HIV/AIDS Makin Merebak

*Oleh Atik Kholifah SKM PERGAULAN remaja di masa sekarang sungguh sangat merisaukan. Kita biasa menjumpai di tempat-tempat keramaian, muda mudi ...

Quote

Perbedaan

Perbedaan

Oleh Dr Hj Sri Minarti, M.Pd.I Allah menciptakan mahluk di dunia ini dengan berbagai perbedaan, tidak ada yang sama persis ...

Sosok

Eny Kojiro, Perempuan Asal Bojonegoro yang Geluti Seni Menghias Tumpeng

Eny Kojiro, Perempuan Asal Bojonegoro yang Geluti Seni Menghias Tumpeng

Oleh Muliyanto Bojonegoro - Lobak, Timun, Batang, Sawi, Wortel dan aneka buah serta sayur ternyata tak hanya difungsikan menjadi sayur ...

Eksis

Petani Asal Bojonegoro Ini Tak Menyangka Anaknya Lulus Seleksi Akpol 2018

Petani Asal Bojonegoro Ini Tak Menyangka Anaknya Lulus Seleksi Akpol 2018

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Suwito (56), warga Desa Sumberejo RT 002 RW 001 Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro, yang sehari-hari ...

Religi

Ternyata, Ada Fakta Hidup di Alam Fana Itu

Ternyata, Ada Fakta Hidup di Alam Fana Itu

*Oleh Roli Abdul Rokhman SAg MPdI Saudaraku, sadarilah...! Selama kita masih suka mengagungkan harta, maka diri kita pasti akan mengalami ...

Berita Foto

Mural Siswa SMA Negeri 1 Kalitidu Bojonegoro

Mural Siswa SMA Negeri 1 Kalitidu Bojonegoro

Oleh Muhammad Roqib Bojonegoro (Kalitidu) Siswa SMA Negeri 1 Kalitidu membuat lukisan atau mural di tembok yang ada di sekililing ...

Resensi

Alice in Cheongdam Dong 2

Alice in Cheongdam Dong 2

Oleh Delfariza Amaliya Penulis : Ahn Jae Kyung Penerjemah : Dwita Rizki Nientyas Tahun : 2014 Penerbit : Qanita, PT ...

Pelesir

Ruwatan Massal Digelar di Objek Wisata Khayangan Api Bojonegoro

Ruwatan Massal Digelar di Objek Wisata Khayangan Api Bojonegoro

Oleh Muliyanto Bojonegoro - Bulan Suro, bagi sebagian orang Jawa masih dianggap sebagai bulan yang sakral. Bulan untuk tirakat dan ...

Statistik

Hari ini

2.626 kunjungan

4.723 halaman dibuka

97 pengunjung online

Bulan ini

59.719 kunjungan

106.750 halaman dibuka

Tahun ini

988.026 kunjungan

1.734.154 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 624.798

Indonesia: 10.473

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015