Diskusi Dana Abadi Migas di Jakarta
Kemendagri Sarankan Pakai Nama Dana Cadangan
Sabtu, 17 Oktober 2015 15:00 WIBOleh Linda Estiyanti
Oleh Linda Estiyanti
Jakarta - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama National Resource Government Institute (NRGI) dan Bojonegoro Institute mengadakan diskusi pembahasan draf Dana Abadi Minyak dan gas bumi (Migas) di Jakarta.
Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, Kamis-Jumat (15-16/10) tersebut, juga dihadiri perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan RI. Selain itu, dihadiri Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Ahmad Sunjani dan Suyuti, serta perwakilan dari Universitas Indonesia, UNDP, Bank Dunia, dan Seknas PWYP Indonesia.
Dalam paparannya, Bupati Suyoto mengatakan, Dana Abadi ini merupakan inisiatif bersama, semua stakeholder Kabupaten Bojonegoro. Dimana semangatnya adalah agar pada saat pendapatan migas besar, ada sebagian yang disisihkan untuk masa depan, sehingga dapat dinikmati dari generasi ke generasi yang akan datang.
Sementara itu perwakilan Kemendagri, Arsan Latif menyampaikan bahwa niat yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sangat mulia. Untuk melihat cantolan hukumnya, ia menyarankan dengan menggunakan skema Dana Cadangan.
"Saya menyarankan namanya Dana Cadangan. Nanti dibelakang dijelaskan sifat keabadiannya," ujar Arsan Latif, sambil merujuk UU No. 23 Tahun 2014 pasal 303.
Terkait hal itu, Direktur Bojonegoro Institute Aw. Syaiful Huda mengatakan bahwa ada beberapa contoh daerah penghasil tambang yang tiba-tiba kaya, namun tidak lama, lalu menjadi miskin kembali. Oleh sebab itu perlu dibuatkan kebijakan dimana dari pendapatan migas itu sebagian ditabung dan diinvestasikan dengan baik. Hal ini menurut Awe juga dalam kerangka memperjuangkan prinsip keadilan lintas generasi.
"Jangan sampai generasi ke depan mengutuki kita, karena tidak mampu mengelola kekayaan migas ini dengan baik. Prinsipnya adalah supaya aliran dana migas ini dapat dinikmati dari generasi ke generasi, " jelas Awe kepada beritabojonegoro.com.
Awe optimis Dana Abadi ini bisa dibentuk. Ia juga berharap perlunya sosialisasi kepada seluruh elemen masyarakat di Bojonegoro. Termasuk kepada anak-anak sekolah agar mereka nantinya merasa ikut memiliki dan memelihara keabadiaannya.
"Adalah penting juga mensosialisasikan gagasan Dana Abadi ini kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk anak-anak. Agar nantinya mereka juga merasa ikut memilikinya," harap Awe. (lyn/tap)





































