News Ticker
  • Pemkab Blora Raih Penghargaan Opini WTP Keempat Kalinya dari BPK
  • Truk Tabrak Motor di Kapas Bojonegoro, Pengendara Motor Tewas di TKP
  • Curi Perhiasan dan HP, Seorang Pemuda di Blora Ditangkap Polisi
  • Di Bojonegoro Masih Ditemukan Makanan Kedaluwarsa Dijual di Pasar Tradisional dan Swalayan
  • Siti Rahmatin, Wanita Inspiratif Asal Sukosewu Pelukis Henna
  • Bulan Ramadan, Pelukis Henna Banjir Orderan
  • Kecerdasan
  • 7 Sunnah Hebat di Bulan Ramadan
  • Kedapatan Buka Praktik Prostitusi, Seorang PSK di Bojonegoro Diamankan Polisi
  • Bilik Suara untuk Pilkada Serentak 2018, Tiba di KPU Bojonegoro
  • Rakor Wilayah Perbatasan Jatim - Jateng, Bahas Pembangunan Infrastruktur Jembatan
  • Identitas Mr X Yang Ditemukan Meninggal di Alun-Alun Bojonegoro Diketahui
  • Kopiah Rajut Laris Manis, Para Tetangga Kecipratan Berkah
  • Perusahan Terbesar Seorang Laki-Laki adalah Perempuan
  • Ramadan, Pengrajin Kopiah Rajut Kebanjiran Order
  • Mr X Ditemukan Meninggal Dunia di Barat Tribun Alun-Alun Kota Bojonegoro
  • Kedewasaan
  • Pj Bupati Bersama Forpimda Bojonegoro, Laksanakan Safari Ramadan di Sukosewu
  • Qiyam Ramadan atau Salat Tarawih
  • Bawa Kabur dan Gadaikan Motor Teman, Seorang Pemuda di Bojonegoro Diamankan Polisi

Opini

Miras dan Masa Depan Generasi Milenia

Miras dan Masa Depan Generasi Milenia

Oleh Mariyatul Qibtiyah SPd

SEKITAR tiga minggu yang lalu, tepatnya pada 9 April 2018, seorang model cantik bernama Tiara Ayu menabrak pengemudi ojek online. Akibat kecelakaan itu, kaki kiri Muhamad Nur Irfan, sang korban, tidak bisa disambung lagi sehingga harus diamputasi. Insiden di persimpangan Harmoni, Jakarta Pusat itu terjadi karena Tiara mengendarai mobil BMW-nya dalam keadaan mabuk. Selain sebagai model, Tiara juga menjadi seorang pemandu lagu (PL) karaoke. Menurut Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Halim Pagarra, Tiara sempat minum wine setelah memandu lagu pada malam sebelum terjadinya kecelakaan. (tribunnews.com, 15/04/2018).

Konsumsi miras di kalangan anak muda dewasa ini memang cukup mengkhawatirkan. Riset yang dilakukan oleh GeNAM (Gerakan Nasional Anti Miras) pada tahun 2014, menunjukkan bahwa sebanyak 23 persen remaja di Indonesia mengonsumsi miras. Menurut ketua umum GeNAM, Fahira Idris, angka itu mengalami kenaikan cukup besar dibandingkan dengan hasil riset sebelumnya. Dalam riset sebelumnya yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan pada tahun 2007, jumlah remaja yang mengonsumsi miras sebesar 4,9 persen. Besarnya jumlah remaja yang mengonsumsi miras itu terjadi karena mudahnya mereka mendapatkan miras. (hidayatullah.com, 15/08/2016).

Untuk mempersempit peredaran miras ini, pemerintah mengeluarkan larangan peredaran miras di setiap minimarket. Ketentuan itu mulai diberlakukan sejak 16 April 2015, bersamaan dengan keluarnya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang perubahan kedua atas Permendag Nomor 20/M-DAG/PER/4/2014 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran dan penjualan minuman beralkohol. (liputan6.com, 16/04/2015).

Nyatanya, ketatnya regulasi itu tidak secara otomatis menurunkan minat masyarakat untuk mengonsumsi miras. Sulitnya mendapatkan miras serta mahalnya harga miras membuat mereka "lebih kreatif" membuat miras oplosan. Dalam riset yang dilakukan oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta bersama Pusat Penguatan Otonomi Daerah (PPOD), diketahui bahwa konsumsi minuman beralkohol oplosan oleh anak di bawah umur mencapai 65,3 persen. (www.pikiran-rakyat.com, 15/08/2017).

Mengapa para remaja seolah sulit menghindarkan diri dari miras? Banyak yang mengatakan bahwa konsumsi miras di kalangan para remaja adalah akibat pengaruh dari teman sebayanya. Namun, sebenarnya ada beberapa faktor tambahan. Seperti yang dilansir oleh Choices Scholastik (17/4), faktor-faktor itu adalah keluarga, teman sebaya, budaya, media, dan teknologi. (republika.co.id, 17/04/2015)

Kebiasaan orang tua mengkonsumsi miras biasanya ditularkan kepada anak-anak mereka. Demikian juga dengan teman sebaya. Keinginan remaja untuk diakui eksistensinya, membuat mereka bersedia mengikuti kebiasaan teman-teman sebayanya. Budaya masyarakat juga mempengaruhi perilaku remaja. Media dan teknologi membuat para remaja ingin mencoba segala hal yang dilihatnya di media melalui kecanggihan teknologi.

Karena itu, peran negara sangat dibutuhkan untuk menghentikan kebiasaan buruk ini. Negaralah yang bisa memutus rantai peredaran miras di masyarakat. Di samping itu juga dibutuhkan pondasi agama yang kuat agar remaja tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang buruk. Juga yang tidak kalah penting adalah kontrol dari masyarakat.

Negara sebagai pihak yang memiliki kewenangan berhak memutuskan apakah miras itu diperbolehkan beredar di masyarakat atau tidak. Negara juga berhak menentukan sanksi hukum bagi mereka yang melanggarnya. Kemudian, masyarakat akan membantu penerapan aturan pemerintah tersebut dengan melakukan pengontrolan dan pengawasan terhadap lingkungannya.

Sedangkan pondasi agama menjadi benteng paling kuat pada setiap individu. Ketakwaan mereka kepada Allah SWT akan menjauhkan mereka dari perbuatan-perbuatan yang dilarang-Nya. Allah SWT berfirman yang artinya: "Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah, "Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya." (TQS. al Baqarah: 219).

Rasulullah SAW juga bersabda yang artinya: "Segala yang memabukkan dalam jumlah banyak, maka yang sedikit darinya adalah haram."

Dengan memahami kedua nash ini, dapat dipahami bahwa miras itu diharamkan oleh Allah SWT. Meskipun memiliki manfaat bagi manusia, namun mudlaratnya lebih besar lagi. Karena segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah SWT, pasti hal itu membahayakan bagi manusia.

Fakta pun telah berbicara, bahwa miras sangat membahayakan manusia. Mereka yang mengkonsumsi miras, akan mengalami kerusakan pada otaknya. Dilansir oleh National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism, alkohol bisa menyebabkan gangguan memori pada otak. Semakin sering seseorang mengonsumsi minuman beralkohol alias miras, semakin besar kerusakan pada otaknya. (liputan6.com, 06/02/2018). Di samping itu, konsumsi miras secara terus menerus juga mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit. Mulai dari radang lambung, gangguan pada jantung, perlemakan hati, hingga sirosis.

Bisa dibayangkan, apa yang akan terjadi jika remaja ini kemudian menjadi pemimpin di masa depan. Tentu, bukan kebaikan yang akan didapatkan. Karena itu, agar generasi milenia ini menjadi generasi yang unggul, mereka harus dijauhkan dari berbagai faktor yang akan merusaknya. Salah satunya adalah dengan menjauhkan mereka dari miras. Sedangkan satu-satunya cara untuk menghindarkan mereka dari miras adalah dengan jalan memutus rantai peredaran miras itu sendiri. Dan hal itu hanya dapat dilakukan oleh negara. (*/imm)

*) Penulis: Pengamat Remaja, tinggal di Bojonegoro.

 

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Sosok

Siti Rahmatin, Wanita Inspiratif Asal Sukosewu Pelukis Henna

Siti Rahmatin, Wanita Inspiratif Asal Sukosewu Pelukis Henna

Oleh Siti Ainur Rodhiyah Bojonegoro - "Tidak pernah berhenti belajar dan selalu meningkatkan kualitas diri, begitulah pesan Siti Rahmatin kepada ...

Quote

Kecerdasan

Kecerdasan

Oleh Dr Hj Sri Minarti, M.Pd.I Kecerdasan dapat diartikan dengan kemampuan berpikir kritis, kreatif, inovatif, mengelola diri menyesuaikan pada lingkungan ...

Opini

Perusahan Terbesar Seorang Laki-Laki adalah Perempuan

Perusahan Terbesar Seorang Laki-Laki adalah Perempuan

Oleh Siti Ainur Rodhiyah Berbagai kemajuan pada dunia tidak jauh dari pergerakan bangsanya. Setiap bangsa memiliki karakter berbeda sesuai dengan ...

Eksis

Bertemu J-Rocks Band di Belakang Panggung, MGS SMAN 1 Bojonegoro

Eksklusif

Bertemu J-Rocks Band di Belakang Panggung, MGS SMAN 1 Bojonegoro

Oleh Siti Ainur Rodhiyah Bojonegoro - Terlihat sebuah mobil tiba menuju belakang Gedung Serba Guna Bojonegoro, tempat dilaksanakannya malam pagelaran ...

Pelesir

Transformasi Desa Nelayan Pangkah Wetan Gresik, Menjadi Destinasi Wisata MBS

Transformasi Desa Nelayan Pangkah Wetan Gresik, Menjadi Destinasi Wisata MBS

Oleh Moh Roqib Gresik - Desa Pangkah Wetan Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik adalah salah satu bentuk desa yang mampu ...

Religi

7 Sunnah Hebat di Bulan Ramadan

Oase Ramadan

7 Sunnah Hebat di Bulan Ramadan

*Oleh Drs H Sholikhin Jamik SH MHes DALAM kehidupan sehari-hari ada kala kita mungkin telah melampaui batas. Imajinasi kotor, percakapan ...

Kegiatan Masyarakat Bojonegoro

Sabtu, 26 Mei 2018

Berita Foto

Foto-Foto Jembatan Babat Lamongan Yang Ambrol

Berita Foto

Foto-Foto Jembatan Babat Lamongan Yang Ambrol

Oleh Imam Nurcahyo Tuban - Sebagaimana diberitakan sebelumnya, jembatan yang menghubungkan Kecamatan Widang Kabupaten Tuban dan Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan, ...

Infotorial

Air Bersih Sampai di Rumah, Hidup Warga Gayam Lebih Mudah

Program Air Bersih SKK Migas - ExxonMobil

Air Bersih Sampai di Rumah, Hidup Warga Gayam Lebih Mudah

Oleh Imam Nurcahyo Setelah bertahun-tahun mengalami kesulitan air bersih saat musim kemarau, warga Dusun Sumur Pandan, Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro ...

Resensi

Indonesia, Bangsa Super 2052

Indonesia, Bangsa Super 2052

Oleh Muliyanto Bojonegoro - Jika Novel Ghost Fleet menggambarkan Indonesia bubar pada tahun 2030. Namun justru buku yg ditulis oleh ...

Feature

Kopiah Rajut Laris Manis, Para Tetangga Kecipratan Berkah

Kopiah Rajut Laris Manis, Para Tetangga Kecipratan Berkah

Oleh Priyo Spd Blora - Tidak hanya dikenal sebagai daerah kerajinan kayu jati saja, berbagai kerajinan lainnya juga mulai tumbuh ...

Teras

Belum Genap 3 Bulan, di Bojonegoro Terjadi 10 Kasus Gantung Diri

Belum Genap 3 Bulan, di Bojonegoro Terjadi 10 Kasus Gantung Diri

Oleh Imam Nurcahyo BELUM genap tiga bulan, atau jika dihitung, pada Rabu (21/03/2018) hari ini, tahun 2018 baru berjalan selama ...

Statistik

Hari ini

265 kunjungan

564 halaman dibuka

65 pengunjung online

Bulan ini

109.920 kunjungan

185.772 halaman dibuka

Tahun ini

584.943 kunjungan

1.034.197 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 641.429

Indonesia: 10.963

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015