Pj Bupati Laksanakan Safari Ramadan dan Dialog Publik di Desa Mori Trucuk
Rabu, 06 Juni 2018 08:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Oleh Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Pj Bupati Bojonegoro Dr. Suprianto SH MH bersama Forpimda Bojonegoro, pada Selasa (05/06/2018) laksanakan Kunjungan Kerja Safari Ramadan 1439 H, yang dirangkaikan dengan Dialog Publik di Desa Mori Kecamatan Trucuk, yang dilaksanakan di Masjid Ar Rohman desa setempat.
Safari Ramadhan ini juga di hadiri oleh Plt TP PKK, Ny Narti Suprianto SE, Pj Sekda, Asisten Pemerintah dan Kesra, Anggota DPRD Bojonegoro , Wakapolres Bojonegoro, Perwakilan Kodim 0813 Bojonegoro , Dinas Sosial serta Forpimca Trucuk
Dalam dialog publik tersebut, Kepala Desa Kandangan, Tamban, mengajukan pertanyaan, “Mengapa tidak dibangun jembatan antar Desa Pumpungan Kalitidu dengan Desa Kandangan Kecamatan Trucuk?"
Wakil Ketua DPRD, Sukur Priyanto yang memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut menerangkan bahwa, kemungkinan keberadaan jembatan Bojonegoro-Trucuk, belum ada keuntungannya untuk masyarakat Desa Kandangan.
“Akan tetapi untuk masyarakat di Desa Trucuk, Mori dan Tulung, tentu akan sangat membantu dan tertolong atas adanya jembatan Bojonegoro-Trucuk.” jelas Sukur.
Sukur menambahkan, bahwa jembatan Bojonegoro-Trucuk tersebut dibangun dengan anggaran Rp 60 miliar lebih, yang seharusnya sudah selesai 3 bulan yang lalu, namun sampai sekarang belum selesai karena banyaknya kendala.
Dirinya menuturkan bahwa sebelum memutuskan untuk membangun jembatan Bojonegoro-Trucuk, banyak sekali yang di perhatikan. Dengan adanya jembatan Bojonegoro-Trucuk tentunya akan banyak dampak yang lain, diantaranya akses jalan poros milik desa yang menuju jembatan sebentar lagi akan jadi jalan poros kabupaten, jalan yang semula lebarnya 3 - 5 meter nantinya harus diperlebar menjadi 6 -8 meter.
“Dari hal tersebut masyarakat harus merelakan sebagian lahannya untuk dibebaskan, atau mencari opsi lain agar tidak mengganggu akses jalan tersebut.” terang Sukur.
Terkait adanya usulan untuk membuat jembatan antar Desa Pumpungan Kalitidu dengan Desa Kandangan Kecamatan Trucuk, Syukur menjelaskan bahwa, jika pemerintah membuat jembatan lagi yang anggarannya sekitar 60 miliar rupiah, maka masyarakat di Kedungadem akan sedih karena jalannya belum tuntas.
Sementara Pj Bupati Bojonegoro, Dr Suprianto SH MH, dalam sambutannya yang sekaligus menjawab pertanyaan peserta dialog tersebut menjelaskan bahwa Pemkab Bojonegoro tidak mengambil keputusan untuk memutuskan Proyek Jembatan Bojonegoro-Trucuk karena proyek tersebut sudah 80% dan hampir jadi.
“Jika kita melelang lagi , tidak akan ada kontraktor yang mau.” jelasnya.
Dalam acara tersebut diberikan pula bantuan sembako kepada anak yatim piatu dan lansia yang diserahkan oleh Plt TP PKK, Ny Narti Suprianto. (red/imm)












































.md.jpg)






