Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Cenderung Menurun
Kamis, 23 Agustus 2018 14:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Oleh Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Diberitakan sebelumnya, tim evaluasi dan pembinaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Provinsi Jawa Timur akan mulai melakukan evaluasi dan pembinaan implementasi SAKIP di Kabupaten Bojonegoro.
Dalam acara pembukaan evaluasi dan pembinaan SAKIP yang digelar pada Kamis (23/08/2018), di Gedung Angling Dharma Pemkab Bojonegoro, Ketua Tim evaluasi dan pembinaan SAKIP Provinsi Jawa Timur, Dwi Suyantono SH MM mengungkapkan, bahwa dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, SAKIP Kabupaten Bojonegoro stagnan mendapatkan nilai B dan ada kecenderungan menunjukkan penurunan.
Baca: Tim SAKIP Provinsi Jawa Timur Lakukan Evaluasi dan Pembinaan di Bojonegoro

Menurut Dwi Suyantono SH MM, bahwa di Provisnsi Jawa Timur, ada 8 kabupaten/kota yang mendapat nilai BP (B Plus) dan 24 kabupaten/kota masih mendapat nilai B dan Kabupaten Bojonegoro sudah 4 tahun nendapatkan nilai B
Dwi Suyantono SH MM juga menyampaikan bahwa ada beberapa kabupaten di Jawa Timyr yang sudah mendapatkan nilai B namun belum beranjak, diantaranya Madiun, Pacitan lalu Bojonegoro.
Dwi Suyantono SH MM berharap Kabupaten Bojonegoro naik kelas dari B menjadi BP karena Kabupaten Bojonegoro stagnan dan kecenderungan menunjukkan penurunan.
“Oleh karenanya harus ada perbaikan sehingga nilai minimal meningkat jangan sampai cenderung turun.” pesannya.
Sementaa untuk Kabupaten Tuban dan Lamongan yang semula di nilai CC kini meraih nilai BP bahkan Kabupaten Lamongan meraih nilai A. Sedangkan yang mendapatkan reward adalah Kabupaten Banyuwangi, Kota Malang dan Kabupatten Tulungagung.
“Untuk Jawa Timur yang tertinggi baru Kabupaten Banyuwangi.” jelasnya. (red/imm)












































.md.jpg)






