Kekerasan pada Perempuan dan Anak
Gandeng Rumah Pintar di Desa, Cegah Kekerasan pada Anak
Kamis, 22 Oktober 2015 13:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota - Kekerasan pada anak di Bojonegoro tergolong cukup tinggi. Tahun 2015 ini, terhitung hingga Oktober, sebanyak total 13 kasus. Data tersebut sebagaimana tercatat di Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A). Meskipun tahun sebelumnya lebih tinggi, yakni 28 kasus, namun jumlah tersebut tidak bisa dianggap kecil.
Berbagai upaya dilakukan, termasuk memberikan pemahaman terhadap orang tua tentang bagaimana memperlakukan anak dengan baik dan benar. Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Bojonegoro juga melakukan langkah pencegahan terhadap tindakan kekerasan yang kemungkinan bisa terjadi di rumah tangga. Pada tingkat paling dasar, pada dasarnya adalah keluarga. Karena itu BPPKB turut berperan.
Kepala BPPKB, Dr Anik Yuliarsih, mengatakan, untuk melakukan pencegahan, saat ini pihaknya bekerja sama dengan Rumah Pintar di desa-desa.
"Ada 430 Rumah Pintar di desa-desa itu. Kami melakukan sosialisasi dan parenting (pendidikan menjadi orang tua yang baik dan semestinya, ed.) tentang bagaimana cara mendidik anak yang benar, " kata Dr Anik kepada BeritaBojonegoro.com (BBC).
Dr Anik Yuliarsih menambahkan, di Rumah Pintar, diadakan konsultasi tentang segala kaitannya dengan anak, keharmonisan rumah tangga, juga sosialisasi UU No 11 2012 tentang Sistem Peradilan Anak.
Jika rumah pintar di desa tidak bisa memenuhi, kata Dr Anik, maka akan dikonsultasikan ke tingkat Kecamatan. "Di setiap kecamatan sendiri ada rumah pintar. Ada 28, dan jika tidak selesai maka dilimpahkan ke P3A," katanya memungkasi.(mol/moha)





































