News Ticker
  • Ditabrak Bus, Pemotor di Margomulyo Bojonegoro Luka Berat
  • Kecelakaan Motor di Kanor Bojonegoro, Seorang Pengendara Luka Berat
  • Kebakaran Bus Agra Mas di Terminal Bojonegoro Diduga Akibat Korsleting Instalasi AC
  • Bus Agra Mas Hangus Terbakar di Terminal Rajekwesi Bojonegoro
  • Mayat Yang Ditemukan di Kanor Bojonegoro, Dipastikan Warga Tuban yang Terjun ke Bengawan Solo
  • Mayat Diduga Warga Tuban yang Terjun ke Bengawan Solo, Ditemukan di Kanor Bojonegoro
  • Dari Telur Menetas Ekonomi Produktif
  • Kurang Hati-Hati, Innova Tabrak Motor dan Polsek Kalitidu Bojonegoro, 9 Orang Luka-Luka
  • Warga Dander Bojonegoro Tewas Tertabrak Kereta Api, Diduga Bunuh Diri
  • Perhutani KPH Blora Bersama KB-TK Baitunnur, Laksanakan Penanaman Pohon
  • Maraknya Kasus KDRT di Kabupaten Bojonegoro, Bupati Harap Masyarakat Sadar Hukum
  • Ali Mahmudi, Terpilih Sebagai Ketua Umum KONI Bojonegoro Periode 2019 - 2023
  • Wakil Bupati Hadiri dan Buka Musorkablub KONI Bojonegoro
  • Seorang Pemotor di Baureno Bojonegoro Luka Berat Akibat Kecelakaan Tabrak Lari
  • Tabrakan Motor dan Isuzu Elf di Padangan Bojonegoro, Seorang Pemotor Luka Berat  
  • KONI Bojonegoro Akan Gelar Musorkablub, Kamis 14 Februari 2019
  • Tersengat Listrik Saat Perbaiki Pompa Air, Warga Tambakrejo Bojonegoro Meninggal Dunia
  • Bupati Bersama Forpimda Bojonegoro Serahkan Sertifikat Program PTSL di Bubulan
  • Kapolres Blora Harap Pers Ikut Jaga Situasi Wilayah Agar Tetap Kondusif
  • Pejalan Kaki di Ngraho Bojonegoro, Meninggal Dunia Tertabrak Motor
  • Bupati Blora Minta Masyarakat  Aktifkan Kembali Kegiatan Siskamling
  • Bupati Blora Ajak Tekan Angka Pernikahan Dini dan Rencanakan Pernikahan Secara Matang
  • KONI Jatim Lakukan Survey Kesiapan Venue Untuk Porprov 2019 di Bojonegoro
  • Abdul Mustajib Ditunjuk Sebagai Plt Ketua KONI Kabupaten Bojonegoro
  • Pemkab Bojonegoro Sosialisasikan Program Pemberdayaan Kelompok Tani

Opini

Menjaga Gejolak Medsos di Tengah Maraknya Angka Perceraian

*Oleh Desmaniar

BERTRANSFORMASI menjadi kebutuhan primer di abad 21 ini, media sosial (medsos), disadari banyak memberikan manfaat berupa kemudahan bagi kehidupan manusia. Dengan medsos, manusia bisa berselancar di luar dunia nyata. Tak hanya menjalin silaturahmi dan silaukhuwah antar kota, pulau dan negara, medsos juga memperlancar pekerjaan, aktivitas bisnis, bahkan syiar islam, saat ini mudah dijangkau dengan media sosial. Kesimpulannya, “gak punya medsos gak gaul bos!” Begitu katanya.

Namun kita tidak bisa menutup mata bahwa disamping pujian manfaatnya, medsos juga membawa pengaruh yang negatif di tangan user yang kurang bijak dalam memanfaatkannya. Di tahun 2018 ini terdapat tren baru dari maraknya angka perceraian, yang disebabkan bukan lagi persoalan ekonomi. Peceraian era kini telah bergeser dikarenakan penggunaan medsos oleh pasangan suami istri yang tidak tepat.

Pengadilan Agama Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu mencatat, angka perceraian hingga pertengahan tahun 2018 mencapai 447 kasus. Sebagian diantaranya dipicu penggunaaan media sosial yang kurang bijak. Menurut Sairun, Panitera Pengadilan Agama Manna, faktor banyaknya angka perceraian didominasi faktor perselisihan dan pertengakaran, mencapai 80 persen lantaran pasangan suami istri, aktif menggunakan media sosial hingga melupakan tugas dan kewajiban masing-masing sehingga menimbulkan ketidakharmonisan, karena diduga adanya pihak ketiga dalam pernikahan (https://antaranews.com, Sabtu 7 juli 2018).

Hal ini juga terjadi di Karawang Jawa Barat, hingga Juli 2018, di Pengadilan Agama Karawang tercatat 1201 permohonan gugat cerai didominasi istri. Sedangkan Januari - Juli 2018 hanya menerima 434 pengajuan talak dari suami. Alasan para pasangaan suami istri memutuskan bercerai  karena kecemburuan yang bermula pertemanan pasangannya di media sosial, hingga perselingkuhan (http://republika.co.id, 13 September 2018).

Sebelumnya dalam situs (https://beritabojonegoro.com, Selasa 5 Desember 2017 diberitakan pula pada Januari hingga November 2017, dari jumlah total 2.968 perkara di Pengadilan Agama Bojonegoro, perkara cerai gugat mencapai 1.757 perkara. Angka itu terpaut jauh dibanding perkara cerai talak suami kepada istri yang hanya 938 perkara. Faktor pemacu tingginya perceraian suami istri di Bojonegoro pun hampir sama; yaitu persoalan ekonomi dan maraknya penggunaan media sosial, yang saat ini bisa menimbulkan kecemburuan, gangguan orang ketiga bahkan ajang selingkuh.

Melihat fakta diatas, tentu ini merupakan persoalan yang  memprihatinkan. Di saat generasi muda membutuhkan pendampingan dan pengarahan dari keluarga dalam memanfaatkan medsos, namun para orang tua justru tengah bergelut dengan gejolak penggunaan medsos yang berujung pada ketahanan rumah tangga mereka.

Lantas apa yang membuat keluarga tidak tahan dari ujian bergaul dalam media sosial?

Bergaul dalam media sosial pada dasarnya merupakan aktivitas yang sama dengan berinteraksi di dunia nyata.  Bertegur sapa, membicarakan segala urusan berkaitan dengan pertemanan, jual beli, pekerjaan, maupun urusan syiar. Bedanya semua itu dilakukan dengan mode daring (red, dalam jaringan) atau tidak bertatap muka langsung. Meskipun demikian, media sosial memberikan fasilitas aplikasi foto ataupun video yang semakin menjadikan “kerasan” usernya, untuk saling berinteraksi. Nah disinilah yang menjadi tantangan bagi para suami istri ketika berinteraksi dengan lawan jenis. Karena dunia virtual merupakan unlimited space yang  justru membuka peluang untuk seseorang bebas berekspresi dengan siapapun dan bagaimanapun.

Ketika minimnya pengetahuan tentang bagaimana bergaul kemudian batasan-batasan dalam bergaul diindahkan, ditambah rendahnya kesadaran akan pengawasan Allah SWT, ini sangat memungkinkan seseorang baik yang sudah menikah maupun belum, untuk melakukan interaksi yang tidak tepat bahkan menyalahi syariat maupun norma kemasyarakatan, seperti perselingkuhan hingga berbuntut perceraian.

Persoalan tidak lantas menjadi pemakluman karena perkembangan jaman, namun harus diluruskan karena sejatinya keluarga merupakan miniatur terkecil dalam membentuk masyarakat yang “sehat”. Pun dari keluarga yang harmonis nantinya akan lahir generasi yang baik pula. Generasi yang baik tentu akan mampu menghasilkan sumbangsih bagi masyarat dan negara. Sehingga diperlukan penjagaan khusus dalam interaksi laki-laki dan perempuan dalam bergaul untuk menjaga satu sama lain. Penjagaan ini bukan berarti harus mengisolasi diri dan bersikap anti media sosial. Namun sebagai sosial kontrol agar tercipta tatanan sosial yang baik.

Adanya ketaqwaan individu yang kokoh akan mampu menjaga seseorang untuk berbuat hal yang menyimpang dari syariat. Ia akan senantiasa mengingat bahwa setiap hal yang dilakukan akan diminta pertanggungjawaban sekalipun tidak banyak orang mengetahuinya.

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al Zalzalah: 7-8).

Ketaqwaan individu akan mudah diraih jika didukung oleh banyak pihak yaitu kontrol sosial masyarakat dan negara. Di mana masyarakat yang care akan saling mengingatkan untuk meninggalkan perbuatan yang tidak benar dan mengajak kepada kebaikan. Begitu pula negara juga memiliki peran untuk meminimalis rangsangan syahwat dari media sosial dengan mengupayakan berbagai cara untuk menjadikan teknologi sebagai alat yang bermanfaat salah satunya menutup akses pornografi maupun akses yang menimbulkan banyak mudharat lainnya. 

Wallahu’alam bishowab. (*/imm)

*) Penulis: Guru di Bojonegoro

IIustrasi: pixabay.com

Berita Terkait

Videotorial

Festival Banyu Urip 2018, Destinasi Wisata Hiburan di Bojonegoro

Festival Banyu Urip 2018, Destinasi Wisata Hiburan di Bojonegoro

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Ribuan warga memadati jalan-jalan, warung-warung dan lapangan sepakbola Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro saat digelar perhelatan ...

Teras

Gantung Diri, Tanggung Jawab Siapa?

Gantung Diri, Tanggung Jawab Siapa?

Kejadian bunuh diri atau gantung diri di wilayah Kabupaten Bojonegoro selama tahun 2018, menunjukkan angka yang relatif cukup tinggi. Lantas ...

Opini

Lukman Wafi: Saya Mengundurkan Diri Sebagai Ketua KONI Bojonegoro

Lukman Wafi: Saya Mengundurkan Diri Sebagai Ketua KONI Bojonegoro

"Dengan ini saya Lukman Wafi, menyatakan mengundurkan diri sebagai ketua KONI Kabupaten Bojonegoro, periode 2015 - 2019." PERTAMA, Begitu saya ...

Quote

Kehormatan

Kehormatan

Ada berbagai cara yang digunakan oleh manusia untuk mempertahankan atau mendapatkan kehormatan, diantaranya dengan bertutur kata dan berbusana, hal ini ...

Sosok

Sari Koeswoyo, Antara Seorang Ibu dan Pelaku Seni

Sosok

Sari Koeswoyo, Antara Seorang Ibu dan Pelaku Seni

Oleh Muliyanto Tanggal 22 Desember, diperingati sebagai Hari Ibu. Hari di mana perempuan-perempuan Indonesia menyelenggarakan Kongres Perempuan Pertama pada 22 ...

Eksis

Sepasang Kakak-Adik di Blora Ciptakan Lampu Emergency Hemat Listrik

Sepasang Kakak-Adik di Blora Ciptakan Lampu Emergency Hemat Listrik

Oleh Priyo Spd Blora- Sering terjadinya listrik padam di wilayah Blora, membuat sepasang kakak-adik, warga Kelurahan Jetis Kecamatan Blora, menciptakan ...

Religi

Hukum Nikah Sirri

Hukum Nikah Sirri

*Oleh Drs H Sholikin Jamik SH MHes. Istilah nikah sirri atau nikah yang dirahasiakan memang dikenal di kalangan para ulama, ...

Infotorial

Ibu Inspiratif, Mengubah “Limbah” Menjadi Berkah

Ibu Inspiratif, Mengubah “Limbah” Menjadi Berkah

Oleh Imam Nurcahyo Ngaisah namanya. Perempuan kelahiran 44 tahun lalu ini ibu rumah tangga biasa, layaknya perempuan desa di sekitarnya. ...

Berita Foto

Festival Perahu Hias, Bengawan Solo Bojonegoro

Festival Perahu Hias, Bengawan Solo Bojonegoro

Festival Perahu Hias merupakan rangkaian dari Festival Bengawan Bojonegoro 2018, digelar Minggu, 30 Desember 2018. Festival Bengawan Bojonegoro 2018, digelar ...

Feature

Budidaya Jamur Jenggel Jagung di Blora Terkendala Pemasaran

Budidaya Jamur Jenggel Jagung di Blora Terkendala Pemasaran

Blora- Usaha budidaya jamur janggel (bonggol) jagung yang dilakukan warga Dusun Mojo Kulon Desa Banjarejo Kecamatan Banjerejo Kabupaten Blora, Jawa ...

Resensi

Alice in Cheongdam Dong 2

Alice in Cheongdam Dong 2

Oleh Delfariza Amaliya Penulis : Ahn Jae Kyung Penerjemah : Dwita Rizki Nientyas Tahun : 2014 Penerbit : Qanita, PT ...

Pelesir

Waduk Selo Parang di Blora Pikat Pengunjung Wisata

Waduk Selo Parang di Blora Pikat Pengunjung Wisata

Blora- Masyarakat Desa Tempel Lemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah memanfaatkan kawasan waduk Selo Parang menjadi tempat wisata baru ...

Hiburan

Barista Asal Mojokerto Juarai Latte Art Battle di Bojonegoro

Barista Asal Mojokerto Juarai Latte Art Battle di Bojonegoro

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Dalam partai final Latte Art Battle di KDS Toserba Bojonegoro yang digelar pada Sabtu (01/12/2018) ...

Statistik

Hari ini

1.276 kunjungan

2.080 halaman dibuka

68 pengunjung online

Bulan ini

137.498 kunjungan

226.078 halaman dibuka

Tahun ini

323.785 kunjungan

543.871 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 723.477

Indonesia: 10.879

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015