Sumur Bor BPBD di Desa Butoh Belum Bisa Dimanfaatkan Warga
Sabtu, 24 Oktober 2015 11:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Ngasem - Kondisi kekeringan yang terjadi di wilayah Desa Butoh, Kecamatan Ngasem, semakin memprihatinkan. Situasi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Kabupaten Bojonegoro melakukan pengeboran sumber air bawah tanah untuk masyarakat desa setempat. Namun sayangnya, sumur bor itu belum bisa dimanfaatkan warga desa, karena debit air yang keluar sangat kecil.
"Pengeboran air bawah tanah itu sebenarnya telah dilaksanakan pada 30 September 2015 lalu, yang dikerjakan oleh BPBD Bojonegoro. Hanya saja ternyata debit air yang keluar masih kecil, dan pihak BPBD berjanji akan melakukan pengeboran lagi di Desa Butoh," ujar Camat Ngasem Mahmudin kepada beritabojonegoro.com, Sabtu (24/10).
Mahmudin juga menambahkan, wilayah Desa Butoh termasuk daerah yang parah mengalami kekeringan setiap tahun. Kemarin, pihak BPBD Bojonegoro mencoba mencari solusi dengan membuat sumur bor.
"Kalau hanya bantuan dropping air dirasa kurang memadai, maka dicarilah titik sumber air yang kira-kira besar sumbernya di desa tersebut," imbuhnya.
Kepala Desa Butoh Matyan juga menjelaskan, letak pengeboran yang dilakukan BPBD berada di Dukuh Krajan RT 13 RW 04 Desa Butoh, di tanah milik Bapak Aji. Memang pada pengeboran pertama sudah mengeluarkan air, tetapi debitnya air yang mengalir sangat kecil. "Ditambah lagi air yang keluar rasanya asin," ucapnya.
Dia mengatakan, saat ini warga masyarakat Butoh sangat membutuhkan air. Mereka berharap ada upaya lain dari BPBD untuk mengatasi kekeringan itu. Warga masih menunggu pihak BPBD yang kabarnya akan melakukan pengeboran lagi dan mencari titik sumber yang lebih besar.
"Meskipun pengeboran ini belum berhasil karena belum bisa dimanfaatkan warga masyarakat, Kami tetap mengucapkan banyak terima kasih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang sudah berupaya membantu mencarikan sumber air," pungkasnya. (nam/tap)





































