News Ticker
  • Bupati Bojonegoro Pimpin Apel dan Simulasi Sispamkota, Pengamanan Pemilu 2019
  • Diduga Akibat Korsleting Listrik, Rumah Milik Warga Trucuk Bojonegoro Ludes Terbakar
  • Pemerintah Kabupaten Blora Minta Dinas Kesehatan Kawal Pengobatan Anak Penderita Tumor
  • Clariant Resmikan Pendirian Fasilitas Pasokan Baru di Bojonegoro
  • Kunjungan Kerja di Kabupaten Blora, Unicef Apresiasi Capaian Penerbitan Akta Kelahiran
  • Pemkab Bojonegoro Gelar Rapat Koordiansi Persiapan Pemilu 2019
  • Bupati Bojonegoro Serap Aspirasi Masyarakat Melalui Sambang Desa
  • Hadiri Pengajian, Kapolres Bojonegoro Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas Jelang Pemilu
  • Kapolres Bojonegoro Ajak Jamaah untuk Waspadai Berita Hoax dan Radikalisme
  • Ditabrak Mobil, Pejalan Kaki di Padangan Bojonegoro Luka Berat
  • Apa yang Dicari
  • 9 Perahu Nelayan di Palang Tuban Terseret Banjir Bandang, 1 Perahu Masih Hilang
  • Diterjang Angin, Ratusan Rumah Warga Kerek Tuban Rusak, 1 Orang Meninggal Dunia
  • KPK Beri Pembekalan Tata Kelola Pemerintahan Yang Bersih dan Baik di Pemkab Bojonegoro
  • Lestarikan Lingkungan, PT Pertamina EP Cepu Tanam 4 Ribu Pohon Trembesi di Bojonegoro
  • Polres Blora Canangkan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi
  • Kemauan
  • Mahasiswa ITS Surabaya Kunjungi Lapangan Migas Banyu Urip Blok Cepu di Bojonegoro
  • Purwadi Setyanto, Melalui Paguyuban Kembang Seroja Populerkan Senam Yoga di Blora
  • PPSDM Migas Beri Program Khusus Sertifikasi Industri Migas, Bagi SMK Migas Cepu Blora
  • Tim Pengawas dan Evaluasi dari Mabes TNI AD Tinjau Lokasi TMMD di Blora
  • Atlet Karate Kyokushinkai Ngawen Blora Raih 9 Medali di Kejuaraan Piala Walikota Semarang
  • Bupati Bojonegoro Kukuhkan Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak
  • Sat Reskrim Polres Blora Ringkus Dua Pelaku Pembobol Konter HP

Paradigma dan Lumpuhnya Asusila

*Oleh Isna Rahayu Yuliarti

Dilansir dari tirto.id, Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mencatat terdapat 259.150 kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia sepanjang 2016 lalu. Berdasarkan data tersebut, Komnas Perempuan membagi kasus-kasus kekerasan itu pada tiga ranah yakni personal, komunitas dan negara. Di ranah personal, kekerasan dalam rumah tangga masih mendominasi dengan 5.784 kasus diikuti oleh kekerasan dalam pacaran dengan 2.171 kasus dan kekerasan terhadap anak yang mencapai 1.799 kasus.

Kekerasan terhadap perempuan dan jenis tindakan kriminal lain yang menimpa perempuan tidak hanya terjadi di dalam ranah rumah tangga saja, semisal seorang istri yang mendapat perlakuan  KDRT yang dilakukan oleh suaminya. Namun, kejahatan seksual terhadap perempuan sudah kian mengakar dan terus menjalar ke ranah yang lain, seperti tindakan kriminal yang terjadi di dalam transportasi online.

Baru-baru ini telah ditemui suatu aksi pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum pengemudi taksi online terhadap penumpang perempuannya yang terjadi pada awal Oktober 2018 lalu. Menurut pengakuan teman korban, melalui tangkapan layar yang direpost oleh akun @Indonesiafeminis, memaparkan gambaran tentang aksi pelecehan seksual yang telah dialami korban. Akun tersebut memberikan informasi bahwa pengemudi telah bertindak senonoh yaitu mencium bibir korban.

Lantas, oknum taksi online tersebut mendapat kecaman dari para netizen karena telah memberikan suatu tanggapan yang tidak tepat. Alih-alih dengan meminta menyelesaikan permasalahan ini dengan cara kekeluargaan melalui mediasi.

Tidak hanya itu saja, kejahatan lain yang telah merampas paksa seorang perempuan adalah kekerasan yang dilakukan oleh kakaknya yang secara sengaja memukul area fisik adik perempuannya, bahkan lebih parahnya lagi, kekerasan perempuan juga dapat terjadi di lingkungan yang berbasis pendidikan seperti pemerkosaan yang dilakukan oleh dosen terhadap siswinya yang sedang melakukan skripsi. Kasus diatas merupakan potret dari kumpulan kasus pelecehan seksual yang telah ada di Indonesia.

 

Paradigma Masyarakat

Dari pemaparan kasus diatas, kejahatan terhadap perempuan merupakan masalah yang sering ditemui. Seiring dengan berkembangnya zaman, perubahan gaya hidup yang mengarah ke dalam sistem daring (dalam jaringan) memang menciptakan suatu efisiensi yang sangat besar. Namun, di balik itu semua, tentu ada kerugian yang terjadi seperti penyalahgunaan kesempatan untuk dijadikan sebagai tempat bertumbuhnya suatu kondisi kriminal terhadap perempuan.

Budaya **patriarki memang sudah mengakar dalam potret kenegerian ini. Mungkin ini adalah salah satu anggapan yang membuat bahwa perempuan merupakan gudang bagi para lelaki. Perempuan tidak memiliki suatu kebebasan dan akan selalu menjadi objek penganiayaan. Perempuan adalah tempat pembuangan nafsu birahi yang kapan maupun dimanapun dapat terjadi.

Hal tersebut juga berkaitan erat dengan paradigma masyarakat yang secara langsung juga telah  menganggap bahwa perempuan sudah semestinya menjaga kehormatan terhadap apa yang ada pada dirinya. Untuk itu, perempuan harus secara siaga untuk melindungi tubuhnya. Namun, apakah masayarakat lupa bahwa perempuan juga memiliki hak penuh atas keamanan dan kebebasan dalam aksi kejahatan?  

Tak sedikit yang menyalahkan perempuan sebagai akar permasalahan, perempuan dituntut untuk selalu memperbaiki tata cara berpakaian seperti tidak dianjurkannya penggunaan rok mini ketika menaiki angkutan umum dan tata cara melakukan hal apapun, seperti cara berjalan dan cara berinteraksi dalam khalayak ramai. Seolah-olah perempuanlah tonggak utama masalah yang secara sengaja menyodorkan dirinya sebagai objek pencabulan atau pemerkosaan.

Kenyataan pahit memang telah menimpa kaum hawa. Banyaknya kasus-kasus yang menimpa kehidupan mereka telah merenggut kebahagiaan yang nyata, bahkan dapat menyebabkan suatu perasaan trauma yang berkepanjangan. Namun,  adakalanya pula bahwa ketika seorang perempuan telah mendapatkan suatu tindakan kejahatan seksual, mereka hanya bungkam dan menyimpan penuh atas apa yang telah menimpa dirinya. Mereka enggan berteriak dan begitu mudahnya menyerahkan apa yang seharusnya mereka jaga. Mereka tidak melaporkan dan menjadikan hal tersebeut sebagai momok yang bisa menghancurkan mental dan jati dirinya. Ini menunjukkan kekeliruan yang terjadi, seharusnya mereka tidak lagi takut melaporkan karena dengan jelas telah tertera dalam KUHP tentang kejahatan kesusilaan (Pasal 281 sampai Pasal 303) bahwa hukum sudah bulat mengatur permasalahan tersebut.

Jelas merupakan masalah yang kompleks untuk diselesaikan. Apabila sang korban kejahatan tetap saja mengaggap hal tersebut sebagai masalah yang tidak perlu dilaporkan, maka semua pecundang akan tetap gentar menjadi pecundang. Bagi mereka, dengan adanya kelonggaran hukum bukan suatu masalah atau acuan pedoman yang harus dipatuhi. Dimana ada kesempatan, maka itu suatu kelonggaran bagi mereka untuk memenuhi kebutuhan nafsu birahinya.

Begitu pula dari pihak seorang korban,  sudah semestinya mereka sadar akan hak yang mengikat dalam tubuhnya tersebut, ada suatu hal yang harus dihormati dan dilindungi, sehingga pelaporan terhadap pihak yang berwajib sangat dianjurkan.

Untuk itu, paradigma yang membuat wanita sebagai makhluk lemah harus dibumihanguskan dan pelaku utama kejahatan harus sadar bahwa perempuan sudah semestinya mendapatkan hak yang sama dengan lelaki, bahwa mereka bukan objek kejahatan seksual dan mereka berhak mendapatkan perlindungan. (*/imm)

Ilustrasi: violence (Foto: pixabay)

*Penulis: Mahasiswa Teknik Industri, Universitas Sampoerna, Jakarta

 

**Patriaki, adalah sebuah sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang kekuasaan utama dan mendominasi dalam peran kepemimpinan politik, otoritas moral, hak sosial dan penguasaan properti. Dalam domain keluarga, sosok yang disebut ayah memiliki otoritas terhadap perempuan, anak-anak dan harta benda. (wikipedia)

Berita Terkait

Videotorial

Kalender Event, Wisata dan Budaya Kabupaten Bojonegoro 2019

Videotorial

Kalender Event, Wisata dan Budaya Kabupaten Bojonegoro 2019

Guna memperkenalkan potensi wisata dan budaya di Kabupaten Bojonegoro, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melaunching Kalender Event 2019. Dalam Kalender Event tersebut, ...

Berita Video

Festival Perahu Hias, Bengawan Solo Bojonegoro

Festival Perahu Hias, Bengawan Solo Bojonegoro

Festival Perahu Hias merupakan rangkaian dari Festival Bengawan Bojonegoro 2018, digelar Minggu, 30 Desember 2018. Festival Bengawan Bojonegoro 2018, digelar ...

Teras

Gantung Diri, Tanggung Jawab Siapa?

Gantung Diri, Tanggung Jawab Siapa?

Kejadian bunuh diri atau gantung diri di wilayah Kabupaten Bojonegoro selama tahun 2018, menunjukkan angka yang relatif cukup tinggi. Lantas ...

Opini

Eksistensi Persibo Bojonegoro Itu Hanya Terkendala Dana

Opini

Eksistensi Persibo Bojonegoro Itu Hanya Terkendala Dana

EKSISTENSI Persibo Bojonegoro, dalam beberapa pekan terakhir ini menjadi perbincangan masyarakat pecinta bola di Kabupaten Bojonegoro. Betapa tidak, klub kebanggaan ...

Quote

Apa yang Dicari

Apa yang Dicari

Kehidupan manusia di dunia ini dijalani dengan berbagai cara untuk menggapai tujuan dan harapan. Terkadang ada orang yang dalam menggapai ...

Sosok

Purwadi Setyanto, Melalui Paguyuban Kembang Seroja Populerkan Senam Yoga di Blora

Purwadi Setyanto, Melalui Paguyuban Kembang Seroja Populerkan Senam Yoga di Blora

Blora - Senam yoga bisa membantu manusia untuk segar bugar, awet muda dan seger waras (sehat). Hal itu disampaikan oleh ...

Eksis

Kombat, Komunitas Pecinta Musang Dari Bojonegoro

Kombat, Komunitas Pecinta Musang Dari Bojonegoro

Bojonegoro - Setiap malam minggu, di seputar Taman Rajekwesi yang terletak di Jalan Rajekwesi Bojonegoro, tampak perkumpulan anak-anak millennial, bercengkerama ...

Infotorial

Ibu Inspiratif, Mengubah “Limbah” Menjadi Berkah

Ibu Inspiratif, Mengubah “Limbah” Menjadi Berkah

Oleh Imam Nurcahyo Ngaisah namanya. Perempuan kelahiran 44 tahun lalu ini ibu rumah tangga biasa, layaknya perempuan desa di sekitarnya. ...

Berita Foto

Inilah Prosesi Kegiatan Menuju Grebeg Berkah Jonegaran, HJB ke 341

Berita Foto

Inilah Prosesi Kegiatan Menuju Grebeg Berkah Jonegaran, HJB ke 341

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke 341 tahun 2018, telah dilaksanakan pada Jumat ...

Feature

Berawal dari Hobi, Bripka Arip Nirwanto Sukses Beternak Burung Lovebird

Berawal dari Hobi, Bripka Arip Nirwanto Sukses Beternak Burung Lovebird

Blora - Pecinta burung memang tidak memandang usia dan kalangan. Peminatnya beragam, mulai dari pelajar, petani, PNS, pedagang, wiraswasta, sampai ...

Religi

Hukum Nikah Sirri

Hukum Nikah Sirri

*Oleh Drs H Sholikin Jamik SH MHes. Istilah nikah sirri atau nikah yang dirahasiakan memang dikenal di kalangan para ulama, ...

Pelesir

Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Revitalisasi Wana Wisata Kedungpupur Blora

Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Revitalisasi Wana Wisata Kedungpupur Blora

Blora - Pertamina EP Asset 4 Field Cepu melalui progranm Coorporate Social Responsibility (CSR), lakukan revitalisasi Wana Wisata Kedungpupur, yang ...

Hiburan

Yayasan Kelenteng Hok Tik Bio Blora Gelar Pertunjukan Wayang Potehi

Yayasan Kelenteng Hok Tik Bio Blora Gelar Pertunjukan Wayang Potehi

Blora-Yayasan Kelenteng Hok Tik Bio Kabupaten Blora, menggelar pertunjukan wayang potehi dan bhakti sosial pengobatan gratis. Acara digelar dalam rangka ...

Statistik

Hari ini

1.838 kunjungan

2.749 halaman dibuka

82 pengunjung online

Bulan ini

115.304 kunjungan

181.432 halaman dibuka

Tahun ini

485.335 kunjungan

795.159 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 716.297

Indonesia: 11.222

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015