News Ticker
  • Di Festival Literasi Digital Pemuda Muhammadiyah, Wabup Bojonegoro Ajak Remaja Kritis dan Junjung Etika Bermedsos
  • 23 September dalam Catatan Sejarah Dunia dan Nasional
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 23 September 2026
  • Ancaman Kekeringan Meluas, Pemprov dan DPRD Jatim Perketat Antisipasi Puso di Kawasan Selatan
  • Sering Tanpa Gejala, Ini Alasan Batu Ginjal Tetap Berbahaya Meski Tidak Terasa Sakit
  • 22 September dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 22 September 2026
  • Lomba Desain Logo Hari Jadi Bojonegoro ke-349 Selesai Digelar, Ini Pemenangnya
  • Menghadapi Terik Cuaca Panas, Ini 6 Langkah Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Tetap Fit
  • 20 Atlet Taekwondo Kodim 0813 Bojonegoro Bawa Pulang 20 Trofi
  • Ratusan Relawan Kelas Inspirasi Lintas Daerah Hingga Mancanegara Siap Semangati 804 Siswa di Bubulan
  • Sabet 288 Poin, Kalimantan Timur Raih Juara Umum MTQ Nasional XXXI 2026
  • 21 September dalam Catatan Sejarah Dunia dan Nasional
  • Jatuh dan Terlindas Truk, Pemotor di Kapas, Bojonegoro Luka Berat
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 21 September 2026
  • Tabrak Bak Belakang Truk, Pemotor di Kedungadem, Bojonegoro Meninggal Dunia
  • EMCL dan Pemangku Kepentingan di Bojonegoro Jalin Silaturahmi Lewat Sepak Bola Persahabatan
  • Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro
  • Dorong UMKM Naik Kelas, Dekranasda Bojonegoro Gandeng Universitas Brawijaya Bidik Pasar Internasional
  • Marak Isu Produk Abal-Abal, Ini Poin Beda Beras Fortifikasi dan Beras Biasa
  • Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81, 901 Pelajar Bojonegoro Ikuti Temu Gladi PMR
  • Film Dokumenter Oasis Don't Look Back in Anger, Catatan Ringkas
  • Jelang Liga 3 Nusantara, Pemkab Bojonegoro Tampung Aspirasi Suporter dan Siap Dukung Persibo
  • 19 September dalam Catatan Sejarah
Mensesneg Apresiasi 3 Kabupaten yang Komitmen Membangun Perbatasan

Mensesneg Apresiasi 3 Kabupaten yang Komitmen Membangun Perbatasan

Oleh Priyo Spd

Blora- Recana pembangunan jembatan penghubungan Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur di Desa Medalem Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora menuju Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro mendapat respon positif dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prof Dr Pratikno MSoc Sc.

Hal ini disampaikan langsung saat menyaksikan penandatanganan Kesepakatan Bersama Wiranegoro (Ngawi, Blora, Bojonegoro) antara Bupati Ngawi Ir H Budi Sulistyono, Bupati Blora Djoko Nugroho dan  Bupati Bojonegoro Dr Hj Anna Muawanah, di Rumah Dinas Bupati Bojonegoro, Senin (19/11/2018)

Diberitakan sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia, Prof Dr Pratikno MSoc Sc bersama Dra Ec  Siti Farida Pratikno, pada Senin (19/11/2018), bertempat di rumah dinas Bupati Bojonegoro, hadiri penanda-tanganan Kesepakatan Pembangunan di Kawasan Perbatasan Kabupaten Blora, Ngawi dan Bojonegoro. atau dikenal juga dengan kerjasama Wiranegoro.

Baca: Mensesneg Hadiri Penandatanganan Kesepakatan Pembangunan Kawasan Perbatasan Wiranegoro

 

Mensesneg Prof Pratikno mengapresiasi dan bangga atas langkah ketiga bupati yang berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat dengan melakukan kesepakatan bersama.

“Saya turut senang dan bangga, Presiden Jokowi pasti akan senang mendengar kepala daerah yang terus melakukan terobosan seperti ini,” ucap Mensesneg.

Menurut Mensesneg, membangun perbatasan rupanya tidak hanya dari Papua maupun Sabang. Namun daerah perbatasan antar kabupaten juga harus diperhatikan para kepala daerah.

“Di sini, di Bojonegoro, Blora dan Ngawi telah memulainya. Ini langkah yang bagus dan bisa menjadi contoh daerah lainnya,” kata Mensesneg.

Pratikno juga akan ikut mendorong agar pembangunan jembatan segera direalisaasikan, dengan harapan akses masyarakat segera berajalan dengan baik.

“Sistemnya tinggal dua kabupaten, tapi saya akan tetap mendorong dan mendoakan semoga lancar,” ujarnya

Bupati Bojonegoro Dr Hj Anna Muawanah mengaku senang jika beberapa kepala daerah yang memiliki perbatasan seperti ini, bisa melakukan kerjasama pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Menurut Bupati An na, banyak warga di empat kecamatan di Kabupaten Blora bagian selatan yang sekolah di Ngraho Bojonegoro. Banyak juga warga Ngraho Bojonegoro yang belanja bahan pangan ke wilayah Blora. Mereka saling ketergantungan dan saling membutuhkan.

“Jika aksesnya ditingkatkan, maka ekonomi akan meningkat dan kesejahteraan semakin dirasakan. Begitu juga dengan Bojonegoro yang berbatasan dengan Ngawi,” terang Bu Anna, panggilan akrabnya.

Bupati Djoko Nugroho pada kesempatan tersebut merasa sangat senang dan bangga, setelah melakukan koordinasi dengan Pemkab Bojonegoro, kini dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama. Hal tersebut dilatarbelakangi kesadaran bersama untuk melaksanakan pembangunan dari wilayah perbatasan, agar akses masyarakat bisa semakin bagus, tidak kalah dengan pusat kabupaten.

Menurut Bupati Djoko Nugroho, Kabupaten Blora di wilayah selatan yang berbatasan langsung dengan Ngawi dan Bojonegoro merupakan kawasan hutan. Disana banyak pedesaan yang menjadi kantong kemiskinan karena keterbatasan akses. Lebih dekat ke Ngraho Bojonegoro dan ke Ngawi, daripada ke Blora.

“Namun jalan menuju Ngawi jelek. Sedangkan untuk ke Ngraho saja tidak ada jembatan, hanya memakai perahu,” ucap Bupati.

Sehingga dengan adanya kesepakatan bersama ini pihaknya berharap ketiga bupati bisa bersama-sama untuk mulai memperhatikan wilayah pinggiran.

“Ini momentum yang bagus, apalagi bisa disaksikan oleh Menteri Sekretaris Negara secara langsung. Semoga hal ini bisa terdengar sampai pusat dan mendapatkan dukungan,” lanjut Bupati Djoko Nugroho.

Dari kesepakatan tersebut, Bupati Djoko Nugroho menginginkan pembangunan jembatan Bengawan Solo penghubung Kradenan-Ngraho bisa segera dilakukan. Selain itu juga pembangunan jalan tembus Randublatung-Ngawi melalui Getas-Banjarejo-Pitu.

Sementara itu Bupati Ngawi Ir H Budi Sulistyono menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik upaya pembangunan wilayah dari pinggiran, di mana akan dimulai bersama Blora dan Bojonegoro.

“Kami yang punya perbatasan dengan Blora dan Bojonegoro mulai merasa malu ketika melihat wilayah pinggiran masih jelek. Sehingga dengan ini akan timbul semangat untuk bersama-sama membangun dari pinggiran. Apa yang bisa dikerjasamakan akan dilakukan demi memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Diharapkan dengan adanya kerjasama ini, bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di perbatasan di masing masing kabupaten, dan mampu mengurangi angka kemiskinan.(teg/kik)

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama empt hari mulai Rabu (17/06/2026), ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dekranasda ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita

Opini

Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita

PERNAH nggak sih kamu sedang mengusap layar ponsel, lalu menemukan video tentang tanda-tanda suatu kondisi kesehatan yang terasa, Loh, ini ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Film Dokumenter Oasis Don't Look Back in Anger, Catatan Ringkas

Film Dokumenter Oasis Don't Look Back in Anger, Catatan Ringkas

Bagi yang menghabiskan lebih dari satu dekade menanti gencatan senjata Gallagher Bersaudara namun kurang beruntung disambangi oleh tur mereka pada ...

1790132686.4649 at start, 1790132687.2418 at end, 0.7769730091095 sec elapsed