Perajin Thengul Tagih Uang Pesanan Disbudpar
Kalau Pekan ini Anggaran Cair, Langsung Dibayarkan ke Pak Santoso
Senin, 26 Oktober 2015 19:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh Nasruli Chusna
Kota - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, hingga Senin (26/10) ini, belum memberi kejelasan perihal pembayaran tagihan pesanan wayang thengul pada seorang perajin di Desa/Kecamatan Padangan. Padahal wayang thengul yang hendak dijadikan merchandise atau kenang-kenangan bagi tamu dari luar Bojonegoro itu sudah selesai sejak akhir Agustus lalu.
"Sampai sekarang belum dihubungi. Bahkan pihak Disbudpar sampai sekarang saya hubungi via telepon juga tidak bisa," kata Santoso, perajin wayang thengul, kepada beritabojonegoro.com, Senin (26/10).
Seperti diberitakan sebelumnya, Santoso (70) menerima pesanan 100 wayang thengul dari Disbudpar sejak bulan Mei lalu. Perbijinya dihargai senilai Rp 10 ribu. Dengan demikian semestinya uang yang didapat sebesar Rp 10 juta. Namun hingga kini wayang buatannya yang diambil baru sekitar 30 buah. Adapun uang yang diterimanya baru berupa uang muka sejumlah Rp 2,5 juta.
Secara terpisah, ketika dikonfirmasi masalah pesanan itu, Kepala Disbudpar Bojonegoro Amir Syahid, mengatakan, keterlambatan pengambilan pesanan wayang thengul di perajin, sekaligus dalang senior di Bojonegoro, itu lantaran molornya penetapan Perubahan APBD 2015. Anggaran pembuatan souvenir berupa wayang thengul berasal dari P-APBD tersebut.
"Untuk prosesnya saat ini sampai pada BKKD. Kita belum bisa mencairkan dana tersebut jika belum ada pengesahan dari situ," terangnya pada BBC, Senin (26/10) siang.
Dia menambahkan, pada awalnya pemesanan wayang thengul itu sendiri untuk memberdayakan perajin. Apalagi saat ini perajin wayang thengul yang masih dijumpai di Bojonegoro, paparnya, hanya ada di Desa/Kecamatan Padangan tersebut.
Lebih lanjut, dia mengaku, belum bisa memberi kepastian kapan dana bisa segera dicairkan. Hanya saja, lanjut dia, prosedurnya sedang dijalankan dan menurut perkiraannya minggu ini kemungkinan dapat segera dicairkan. (rul/tap)





































