Tak Punya Gedung, Museum Rajekwesi Pinjam Ruang SMT
Kamis, 29 Oktober 2015 20:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memiliki satu museum untuk mengoleksi benda-benda bersejarah. Museum Rajekwesi itu dulunya berada di sebelah kantor Dinas Pendidikan setempat. Namun ketika kantor Dinas Pendidikan dibangun ulang, museum itu turut dipugar, dan sekarang tidak jelas keberadaannya. Sementara koleksi barang bersejarah dititipkan di SD Model Terpadu Negeri Bojonegoro (SD MT), Jalan Ahmad Yani, Desa Sukowati, Kecamatan Kapas.
Menurut informasi, Kasi Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Mudiono, seluruh koleksi Museum Rajekwesi dibawa di SD MT . Sampai saat ini museum tetap buka dan terbuka untuk umum. "Jam pelayanan kunjungan tetap dibuka, ya di SD Terpadu itu," ujarnya, Kamis (29/10).
Museum Rajekwesi dibangun pada 1992 dan telah memiliki koleksi lebih dari 200 item. Beberapa di antara koleksinya adalah fosil-fosil yang ditemukan di seluruh wilayah Bojonegoro. Kemarin, telah dilakukan pemetaan Bojonegoro bagian timur banyak terdapat fosil hewan laut, sedangkan bagian barat fosil hewan darat seperti gajah, dan kerbau.
Keberadaan koleksi museum di SD Terpadu juga dibenarkan oleh Suyanto, selaku Kepala Bidang Pelestarian dan Pengembangan Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. "Saat ini kami memang meminjam tempat di SD MT, namun hanya untuk sementara," imbuhnya.
Dia menambahkan, ada rencana pada 2016 nanti akan dibangun gedung baru, yakni Gedung Budaya dan Industri Ekonomi Kreatif yang termasuk di dalamnya adalah Museum Rajekwesi. "Tapi itu masih dalam tahap pembahasan, Mbak. Doakan saja, semoga cepat terwujud," pesannya. (ver/tap)





































