Kasus Kekerasan Terhadap Anak Naik, Target BPPKB Gagal
Jumat, 30 Oktober 2015 22:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota – Kalau melihat angka kekerasan pada perempuan tahun lalu, tahun 2015 ini angka itu mengalami kenaikan. Tahun 2014, berdasar data yang tercatat di Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB), jumlah kekerasan pada perempuan terhitung sebanyak 19 kasus. Sementara tahun ini, sampai bulan Oktober, jumlah kekerasan pada perempuan terhitung sebanyak 24 kasus.
Di sisa 2 bulan di 2015 ini, kemungkinan kenaikan jumlah kasus bisa saja terjadi. Target bahwa tiap tahun harus berkurang, melihat kenyataan ini, tentu saja tidak terpenuhi alias gagal.
Kepala badan pemberdayaan perempuan dan keluarga berencana (BPPKB) Dr. Anik Yuliarsih, membenarkan hal itu.
“Iya, tahun ini memang naik, dan melebihi target tahun lalu. Padahal setiap tahun target BPPKB terhadap kekerasan perempuan harus turun. Namun tahun ini kok mulai naik lagi,” kata Dr. Anik menjelaskan.
Dr Anik menambahkan, mungkin kenaikan ini biasanya dipicu ketidakharmonisan rumah tangga. “Bisa jadi disebabkan oleh suami yang kecapekan (bekerja) dan mulai agak bosan dengan istrinya,” kata Dr. Anik.
Betapapun demikian, kata Dr. Anik, BPPKB terus berusaha untuk mengurangi kekerasan kepada perempuan dan KDRT melalui sosialisasi saat posyandu dan rumah pintar yang berada di setiap desa. (mol/ moha)
Ilustrasi : merdeka.com





































