Gara-gara Mesum, Citra Desa Ringinrejo Jadi Buruk
Selasa, 03 November 2015 12:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kalitidu – Kepala Desa Ringinrejo, Drs M Syafii, mengeluhkan tentang pengelolaan Bendung Gerak. Hal itu tekait dengan banyaknya kasus asusila yang terjadi di sekitar bendungan itu.
Sebagaimana yang tadi diberitakan, bahwa Senin (02/11) malam kemarin, warga menggerebek sepasang kekasih sedang bercinta di bawah pohon jambu di sekitar bendungan bagian bawah. Warga desa mencatat telah 4 kali perbuatan mesum dilakukan di Bendung Gerak. Mungkin karena tempatnya yang jauh dari pantauan warga, Bendungan Gerak dipilih oleh mereka yang tidak bertanggung jawab untuk berbuat mesum.
Syafii mengatakan, Bendung Gerak ini dikelola oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Tapi, keluhnya, ada kesan seakan-akan tidak diurus. Sebenarnya apa saja yang diurusi oleh BBWS, tidak jelas.
“Kami pernah dilarang menjaga dan membersihkannya,” katanya. Padahal, karena masih masuk wilayah Desa Ringinrejo, apa yang terjadi di Bendung Gerak pasti punya dampak langsung.
M. Syafii mengeluhkan, kasus-kasus mesum yang beberapa kali terungkap di Bendungan Gerak bisa memperburuk citra desanya. Sementara pengelolanya sendiri seakan membiarkan.
“Ini seharusnya tanggung jawab dari BBWS Bengawan Solo. Mungkin di Bendungan Gerak bisa diberi papan peringatan. Atau ketika malam ditutup, agar tidak ada orang yang ke sana,” katanya serius.
Ironi memang, ketika bendung gerak dipilih menjadi salah satu ikon pariwisata di Kabupaten Bojonegoro, kenyataannya malah menjadi sarang perbuatan asusila. Situasi kurang sedap itu patut menjadi perhatian pemerintah daerah setempat. Sebab, kalau praktik-praktik tidak nyaman itu dibiarkan, akan berdampak pada ketertiban lingkungan sekitar. Akhirnya, bendung gerak malah terkenal atau dicap sebagai lokasi mesum. (mol/ moha)





































