Wilayah Bojonegoro Masih Kurang Air 200 Juta Meter Kubik
Kamis, 05 November 2015 13:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Hemat-hematlah dalam penggunaan sumber daya air. Sebab, saat ini di wilayah Kabupaten Bojonegoro mengalami kekurangan air sebanyak 200 juta meter kubik. Tiap tahun, kebutuhan air yang dibutuhkan untuk memenuhi lahan pertanian di Bojonegoro sebanyak 800 juta meter kubik. Sementara konservasi sumber daya air yang tersimpan dalam tanah, sungai, embung dan lainnya hanya 600 juta meter kubik.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Bojonegoro Edi Susanto SSos MM dalam acara peningkatan pemahaman masyarakat terkait manajeman pengelolaan sumber daya air di Ruang Angling Dharma, Kantor Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Rabu (4/11) kemarin.
"Curah hujan di Bojonegoro dalam satu tahun itu diperkirakan 300 juta meter kubik. Karena itu untuk memenuhi kebutuhan air, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro ke depan mengintensifkan Waduk Gongseng dan Waduk Pejok. Selain itu dalam waktu dekat Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo akan mulai memanfaatkan Solo Valley untuk memenuhi kebutuhan irigasi," jelasnya.
Edi Susanto menambahkan, kebijakan lain dari pemkab dalam memenuhi kebutuhan air adalah melakukan pendayagunaan sumber daya air dengan memperbaiki saluran irigasi, cek dam dan embung. Selain itu juga melakukan pengendalian daya rusak air, baik di kali (sungai) maupun avur. "Kerusakan air ini biasanya diakibatkan dua faktor, yakni alam dan manusia," ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Edi Susanto sangat mengharapkan para kepala desa, tim penggerak PKK dan tokoh masyarakat untuk menindak tegas penyalahgunaan avur dan saluran air.
"Jika ada warga masyarakat yang sengaja mendirikan bangunan di atas avur maupun sungai, segera ditegur, atau jika perlu beri sanksi tegas," pesanya. (ver/tap)





































