Masing-Masing Petugas Palang Pintu Harus Saling Koordinasi
Jumat, 06 November 2015 08:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota - Dinas Perhubungan Pemkab Bojonegoro telah menerjunkan 40 penjaga palang pintu elektrik rel Kereta Api di 7 titik. Yakni, secara berurutan dari timur ke barat, di Medalem (Sumberrejo), Talun (Sumberrejo), Jl. Panglima Polim (Sumbang), Kalipang (Kalitidu), Pumpungan (Kalitidu) dan Beged (Gayam).
Masing-masing petugas di 7 titik itu, harus saling komunikasi saat kereta lewat. Terutama yang perlu diperhatikan adalah soal durasi waktu kereta api sampai di 7 titik itu.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro, Iskandar, sudah memberikan pengarahan kepada para petugas itu soal durasi waktu. Katanya, ketika kereta lewat selisih antara penjaga yakni Sraturejo ke Medalem 15 menit, Medalem ke Talun 3 menit, Talun ke Stasiun Bojonegoro 15 menit, Stasiun ke Panglima Polim 1 menit, Panglima Polim ke Kalipang 13 menit, Kalipang ke Pungpungan 2 menit, dan Pungpungan ke Beget 15 menit. Durasi waktu itu sudah diukur.
“Setiap ada kereta api lewat para penjaga ini saling berkoordinasi agar tahu dan bisa memastikan kapan kereta akan sampai di pos-nya masing-masing. Sehingga mereka dengan tepat mengaktifkan palang pintu,” kata Iskandar menjelaskan.
Iskandar menambahkan, saat ini penjaga memang masih masih tahap belajar. “Namun belajarnya tidak main-main. Karena mempertaruhkan nyawa banyak orang,” katanya.
Gaji untuk petugas yang bertanggung jawab pada nyawa banyak orang itupun semestinya besar, lanjut Iskandar. “Namun, anggaran yang ada hanya bisa menggaji mereka Rp 1 juta per bulan,” terangnya. (mol/moha)





































