Dishub Khawatir Kemungkinan Kereta Tidak Tepat Waktu
Sabtu, 07 November 2015 07:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota –Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Bojonegoro merasa khawatir terhadap jadwal kereta api yang kadang tidak tepat waktu. Kalau itu terjadi, bisa membingungkan petugas palang pintu yang baru bertugas itu.
Kepala Dishub, Iskandar, mengatakan ketidakastian jam kereta api melintas bisa membingungkan petugas. “Memang, mereka sudah mendapatkan pelatihan yang cukup untuk mengoperasikan palang pintu, namun dalam 24 jam ada 52 kereta yang melintas yang waktunya bisa tidak pasti,” terangnya.
Yang dipermasalahkan oleh Iskandar adalah tentang kemungkinan kereta telat lewat. Dimana dalam 24 jam ada sebanyak 52 kereta lewat itu, kata Iskandar, yang berarti setiap 20 menit ada kereta lewat. “Itu bila tepat waktu. Kalau molor atau maju waktunya bisa jadi ada kereta yang akan lewat bersamaan,” terangnya kepada beritaBojonegoro.com.
Iskandar melanjutkan, pada kasus kecelakaan elf di perlintasan kereta api Jetak bulan lalu itu, kereta datang lebih cepat dari jadwal semestinya.
“Kereta lewat lebih awal 15 menit. Saat kereta sebelumnya baru saja lewat, disusul kereta itu,” kata Iskandar. Hal itu kalau tidak diperhatikan dengan baik oleh petugas palang pintu, bisa bahaya. Sebeb kemungkinan tidak tepat waktu selalu ada.
Karena itu, Iskandar menekankan kepada para petugas agar selalu berkoordinasi antara satu sama lain. “Setiap ada kereta api lewat para penjaga ini saling berkordinasi agar tahu dan bisa memastikan kapan kereta akan sampai di pos nya masing-masing. Sehingga mereka dengan tepat mengaktifkan palang pintu,” kata Iskandar menjelaskan. (mol/moha)





































