Meski Bengawan Solo Diduga Tercemar, Air PDAM Bojonegoro Masih Aman Dikonsumsi
Kamis, 19 September 2019 18:00 WIBOleh Dan Kuswan SPd Editor Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Kondisi air Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro beberapa hari terakhir ini berubah warna menjadi coklat kehitam-hitaman dan keruh serta berbusa, yang terindikasi tercemar limbah minyak dan lemak, hingga melebihi ambang batas baku mutu yang diijinkan.
Menanggapi hal tersebut, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bojonegoro, memastikan bahwa meskipun terindikasi ada pencemaran limbah di aliran sungai Bengawan Solo, namun tidak mempengaruhi kualitas air PDAM, setelah melalui proses pengolahan, sehingga air PDAM di Bojonegoro masih aman dikonsumsi.
"Jadi perlu saya jelaskan, PDAM itu mengolah bahan baku menjadi siap konsumsi. Kalau sudah diolah PDAM, air dari sungai Bengawan Solo aman dan layak konsumsi," kata Kepala Bagian Hubungan Langganan PDAM Bojonegoro, Joko Siswanto, Kamis (19/09/2019), kepada berita bojonegoro.
Kondisi air sungai Bengawan Solo, di wilayah Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro, Selasa (18/09/2019)
Joko juga menuturkan bahwa kondisi air Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro yang berubah warna dan berbusa, tidak hanya terjadi saat ini saja. Sebelumnya juga sudah beberapa kali terjadi.
"Setiap sebulan sekali kami melakukan uji bahan baku airnya di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP)," tuturnya mengimbuhkan.
Di akhir keterangannya Joko mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima adanya keluhan dari pelanggan, baik itu gatal-gatal atau apa
"Pokoknya sampai hari air PDAM Bojonegoro masih aman digunakan untuk mandi atau mencuci, karena 80 persen air PDAM digunakan mandi dan mencuci, sementara untuk minum relatif jarang. Saya tegaskan lagi bahwa hingga saat ini air PDAM masih layak dikonsumsi masyarakat." tuturnya dengan tegas. (dan/imm)