Sedulur Sikep Samin, Gelar Temu Ageng di Sambong Blora
Senin, 23 September 2019 08:00 WIBOleh Priyo SPd Editor Imam Nurcahyo
Blora - Sedulur Sikep Samin dari Kabupaten Blora, Pati, Kudus (Jateng) dan Bojonegoro (Jatim) menghadiri Temu Ageng, Minggu (22/9/2019).
Temu Ageng yang diadakan di pendapa Sedulur Sikep di Dukuh Blimbing Desa Sambongrejo Kecamatan Sambong Kabupaten Blora, itu terasa istimewa. Sebab, baru kali ini digelar pertemuan besar yang menghadirkan tokoh maupun warga Sedulur Sikep dari sejumlah kabupaten.
Sedulur Sikep Samin, Gelar Temu Ageng di Blora
Blora - Sedulur Sikep Samin dari Kabupaten Blora, Pati, Kudus (Jateng) dan Bojonegoro (Jatim) menghadiri Temu Ageng, Minggu (22/9/2019).
Temu Ageng yang diadakan di pendapa Sedulur Sikep di Dukuh Blimbing Desa Sambongrejo Kecamatan Sambong Kabupaten Blora, itu terasa istimewa. Sebab, baru kali ini digelar pertemuan besar yang menghadirkan tokoh maupun warga Sedulur Sikep dari sejumlah kabupaten.
Wakil Bupati Blora Arief Rohman beri sambutan dalam acara Temu Ageng Sedulur Sikep Samin di pendapa Sedulur Sikep di Dukuh Blimbing Desa Sambongrejo Kecamatan Sambong Kabupaten Blora. Minggu (22/9/2019).
Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Sri Hartini yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa Temu Ageng ini menjadi tonggak sejarah. Selama 100 tahun lebih belum ada pertemuan seperti ini.
"Kalaupun ada pertemuan, itupun hanya diikuti kelompok-kelompok kecil Sedulur Sikep Samin,’’ ujar Sesditjen Kebudayaan Kemendikbud Sri Hartini saat menyampaikan sambutan Temu Ageng Sedulur Sikep, Minggu (22/09/2019).
100 tahun lebih tersebut dihitung setelah Samin Surosentiko ditangkap Belanda 18 Desember 1907 kemudian diasingkan dan di Sumatera Barat dan meninggal pada tahun 1914.
Menurutnya Temu Ageng di Blora digelar dalam rangka mempererat silaturahmi, mencocokan kembali ajaran Samin dalam laku kehidupan bagi keturunan dan pengikut ajaran yang disebarkan Samin Surosentiko yang tersebar di berbagai kabupaten. Sebab, selama 100 tahun lebih tidak pernah digelar pertemuan, bahkan faktanya tidak saling kenal sesama sedulur. Event yang kali pertama dihelat itu merupakan rangkaian Platform Indonesiana Cerita dari Blora 2019.
"Nilai-nilai ajaran Samin turun temurun dari generasi ke generasi dan masih tetap dipegang teguh hingga kini. Dalam ajaran Samin, apa yang diucapkan dengan yang dilakukan adalah sama. Kami ingin ini menjadi contoh warga lainnya,’’ tutur Sri Hartini menandaskan.
Sejumlah tokoh Sedulur Sikep Samin yang mengikuti Temu Ageng di antaranya tuan rumah Pramugi, Lasio dan Poso (Klopoduwur-Blora), Gunretno (Pati), Gunarti (Pati), Budi Santoso (Kudus), Bambang Sutrisno (Bojonegoro).
Ratusan warga Sedulur Sikep dari empat kabupaten hadir pula dalam pertemuan tersebut. Tak hanya orang tua, pemuda, remaja dan anak-anak putra dan putri juga mengikuti pertemuan dengan mengenakan pakaian hitam.
Wakil Bupati Blora Arief Rohman saat serahkan sertifikat dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI yang menetapkan Sedulur Sikep Samin Blora sebagai warisan budaya tak benda Indonesia, kepada Pramugi. Minggu (22/09/2019)
Wakil Bupati Blora Arief Rohman mengapresiasi pertemuan dari sejumlah daerah sedulur sikep ini. Menurutnya sedulur Sikep Samin selama ini telah berkontribusi besar dalam pembangunan di daerah masing-masing.
"Kami berharap kontribusi tersebut semakin ditingkatkan,’’ kata Wakil Bupati (Wabup) Blora H Arief Rohman yang juga hadir di Temu Ageng.
Di kesempatan itu, Wabup menyerahkan sertifikat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI yang menetapkan Sedulur Sikep Samin Blora sebagai warisan budaya tak benda Indonesia. Sertifikat diserahkan kepada Pramugi.
Para tokoh dan warga Sedulur Sikep Samin menyampaikan pemikiran dan pendapatnya masing-masing di sesi yang telah disediakan. Pemikiran dan pendapat tentang berbagai hal tentang Samin itu kemudian direkam.
‘’Nantinya akan ada output dari Temu Ageng ini. Entah itu berupa video, buku ataupun lainnya dari pemikiran dan pendapat yang disampaikan itu. Sehingga generasi penerus dan masyarakat lainnya tahu hal-hal yang terkait Sedulur Sikep Samin dari orang-orang Samin sendiri. Output dibuat Sedulur Sikep Samin,’’ kata Amrih Widodo dari Australia National University. (teg/imm)