Wakil Bupati Bojonegoro Hadiri Partnership Gathering Vokasi Universitas Gajah Mada
Kamis, 21 November 2019 10:00 WIBOleh Dan Kuswan SPd Editor Imam Nurcahyo
Jakarta - Wakil Bupati Bojonegoro, Drs Budi Irawanto MPd, pada Rabu (20/11/2019), hadiri acara Partnership Gathering Vokasi Universitas Gajah Mada (UGM), di Merlynn Park Hotel Jakarta.
Wakil Bupati berharap, Pemkab Bojonegoro bisa untuk ikut program kemitraan dengan sekolah Vokasi UGM tersebut, sehingga bisa meningkatkan taraf kualitas pelajar di Bojonegoro.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Rektorat Dekan, Dosen dan pengajar sekolah vokasi Universitas Gajah Mada, sejumlah pimpinan perusahaan dan korporasi, serta perwakilan asosiasi perusahaan.
Wakil Bupati Bojonegoro, Drs Budi Irawanto MPd, saat hadiri acara Partnership Gathering Vokasi Universitas Gajah Mada (UGM), di Merlynn Park Hotel Jakarta. Rabu (20/11/2019)
Dekan sekolah Vokasi UGM, Wikan Sakarinto ST MSc PhD, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut untuk meningkatkan kerjasama antara UGM dengan para mitra, baik pemerintah daerah maupun korporasi.
"Sekolah vokasi ini merupakan sekolah yang tidak hanya fokus pada satu bidang saja, namun dari berbagai bidang pendidikan." kata Wikan Sakarinto ST MSc PhD.
Wikan Sakarinto mengungkapkan bawa acara tersebut bertujuan untuk memperkenalkan vokasi UGM kepada pemda dan juga perusahaan.
"Ada beberapa program kerjasama, di antaranya adalah kerjasama magang, kemitraan dalam workshop, serta penerimaan mahasiswa scholarsip." tuturnya mengimbuhkan.
Masih menurut Wikan Sakarinto, pada sekolah vokasi UGM, ada jurusan ilmu terapan, yang mana biasa disebut D-4, lama perkuliahan selama 4 tahun namun lebih banyak praktek daripada materi.
Menurutnya, ke depan pihaknya juga akan menjalin kerjasama dengan negara Thailand.
"Ke depan kita menambah masa perkuliahan selama 1 tahun. Di mana nanti mahasiswa kuliah 3 tahun di UGM dan 2 di Thailand, sehingga nantinya mahasiswa setelah lulus mendapatkan 2 ijazah, yaitu ijazah D-4 dan juga ijazah S-2." kata Wikan Sakarinto ST MSc PhD.
Rektor UGM, yang diwakilkan Direktur Pusat Inovasi dan Kebijakan Akademis UGM, Dr Hatma Suyatmojo SHut MSi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sekolah vokasi menyiapkan mahasisws yang siap kerja, di perusahaan maupun industri.
"Karena sejatinya sekolah vokasi menekankan pada pengembangan hard skill dan soft skill untuk menjadi sumber daya manusia yang kompeten. " Dr Hatma Suyatmojo SHut MSi.
Menurut Dr Hatma Suyatmojo SHut MSi, bahwa sekolah vokasi menerapkan 40 persen teori dan 60 persen praktek, sehingga dengan adanya sekolah vokasi ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi negara Indonesia untuk menciptakan creator dan innovator baru.
"Dengan adanya creator dan innovator baru, sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru." kata Dr Hatma Suyatmojo SHut MSi.
Wakil Bupati Bojonegoro, Drs Budi Irawanto MPd, usai kegiatan tersebut menyampaikan bahwa acara tersebut cukup bagus karena membuka wawasan baru tentang sekolah vokasi itu sendiri.
"Ke depan, Pemkab Bojonegoro bisa untuk ikut program kemitraan dengan sekolah Vokasi UGM ini, Sehingga bisa meningkatkan taraf kualitas pelajar kita." kata Wakil Bupati.
Hal tersebut dikarenakan sekolah vokasi dapat mendorong lulusannya, untuk menjadi creator dan juga inovator. "Sehingga ke depan bisa menyumbang lapangan pekerjaan bagi Bojonegoro sendiri." pungkas Wakil Bupati. (red/imm)