Hari Lingkungan Hidup
Empat Kebersamaan dan Gerakan Menampung Air
Rabu, 11 November 2015 12:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota-Bupati Bojonegoro, Suyoto, mengatakan tentang pentingnya merawat dan menjaga lingkungan sekitar. Hal itu disampaikannya pada sambutannya saat peringatan Hari Lingkungan Hidup di Tempat Penimbunan Kayu (TPK), Sukorejo, Bojonegoro, pagi hari ini, Rabu (12/11).
Bojonegoro, kata Suyoto, terkenal selalu kekeringan saat kamarau tiba dan banjir saat penghujan. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan gerakan moral yang melibatkan seluruh masyarakat.
“Diperlukan empat langkah kebersamaan. Yakni, bersama-sama mencegah kerusakan alam. Yang kedua gerakan melestarikan lingkungan kita, dan yang ketiga adalah bersama-sama menguatkan untuk memperbaiki lingkungan dan ekososistem di sekitar kita. Kebersamaan keempat adalah menghindari bencana alam,” kata Bupati.
Bupati menambahkan, kondisi lingkungan kita dari tahun ke tahun menunjukkan penurunan. Di tahun 1900 sampai tahun 1985, Bojonegoro masih merupakan daerah yang teduh. Demikian pula sumber air masih mudah ditemukan. “Namun kini semua telah berubah. Di musim hujan kita menolak air, namun di musim kemarau kita kekurangan air,” terangnya.
Oleh karenanya, kata Suyoto, data kekeringan dari tahun ketahun menunjukkan peningkatan. Melihat hal ini kita harus merubah sikap dan perilaku kita terhadap lingkungan. Salah satu contoh nyata menyambut datangnya musim hujan ini adalah dengan adanya gerakan menambung dan menyimpan air.
Air hujan, kata Suyoto, bisa kita tampung dengan menggunakan embung, sumur atau blumbang dan cara sederhana lainnya dengan membuat lubang resapan atau biopori. Jika dulu tugas menyimpan air adalah pepohonan, kini ketika pepohonan telah semakin sedikit masa lubang resapan adalah yang paling tepat untuk menjaga ketersediaan air dalam tanah. (mol/moha)





































