Peristiwa Orang Tenggelam
Kakek Warga Trucuk Bojonegoro Ditemukan Meninggal Dunia, Mengapung di Kali Kening
Kamis, 19 Desember 2019 09:00 WIBOleh Tim Redaksi Editor Imam Nurcahyo
Bojonegoro (Trucuk) - Seorang kakek bernama Moh Zen (89), warga Desa Sranak RT 001 RW 001 Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (18/12/2019) sekira pukul 23.00 WIB, ditemukan meninggal dunia, akibat tenggelam di Kali Kening, yang mengalir di desa setempat.
Sebelumnya, pada sekitar pukul 08.00 WIB korban pergi ke Kali Kening dengan tujuan untuk mandi, namun korban tidak kunjung pulang sehingga anak korban berupaya mencari keneradaan korban di sungai tersebut, namun korban tidak ditemukan sehingga anak korban segera memberitahu warga sekitar, sambil meminta bantuan pada tim SAR Gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, untuk mencari korban, hingga akhirnya pada sekitar pukul 23.00 WIB, korban ditemukan mengapung di sungai tersebut, dalam keadaan telah meninggal dunia.
Petugas saat identikasi jenazah korban Moh Zen (89), warga Desa Sranak RT 001 RW 001 Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro, yang ditemukan meninggal dunia, akibat tenggelam di Kali Kening. Rabu (18/12/2019)
Informasi yang didapat awak media ini dari Kapolsek Trucuk, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sugimat SAg, bahwa kronologi kejadian tersebut bermula, pada Rabut (18/12/2019) sekira pukul 08.00 WIB, korban pergi ke Kali Kening, yang tidak jauh dari rumahnya, dengan tujuan mandi.
"Korban memiliki kebiasaan bahwa kalau mandi di Kali Kening," kata Kapolsek, AKP Sugimat SAg.
Selanjutnya, hingga pukul 10.00 WIB, korban tidak kunjung pulang. Saat itu anak korban yang bernama Lamiran (44) tidak melihat orang tuanya di rumah, sehingga anak korban tersebut berusaha mencari keberadaan ayahnya, dengan menyusul ke Kali Kening.
"Sesampainya di pinggir Kali kening, anak korban melihat celana pendek dan timba milik korban, tergeletak di pinggir sungai, sementara korban tidak ada disekitar lokasi tersebut, sehingga anak korban menduga ayahnya telah tenggelam di sungai tersebut," kata Kapolsek.
Setelah anak korban tidak menemukan ayahnya yang diduga tenggelam, selanjutnya anak korban memberitahu ketua RT setempat sekaligus memberitahu warga, bahwa korban diduga tenggelam, dan anak korban meminta bantuan warga untuk bersama-sama mencari korban, sambil meminta bantuan pada tim SAR gabungan dari BPBD Bojonegoro.
Setelah dilakukan pencarian, hingga petang hari korban masih belum ditemukan, hingga akhirnya pada pukul 23.00 WIB, korban ditemukan mengapung dalam keadaan meninggal dunia.
"Korban ditemukan tersangkut di jaring ikan yang dipasang oleh warga yang jaraknya sekitar 50 meter dari tempat korban menaruh pakaian dan timba. Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia," kata Kapolsek mengimbuhkan.
Kemudian jenazah korban dievakuasi ke rumah duka. Dengan disaksikan aparat dan perangkat desa serta keluarganya, dilakukan pemeriksaan luar oleh tim medis dari Puskeamas Trucuk.
Berdasarkan hasil identifikasi, diketahui ciri-ciri mayat, panjang mayat 140 sentimeter, kulit sawo matang, rambut hitam putih beruban, dan saat ditemukan, korban tidak mengenakan busana.
Sementara, berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.
"Penyebab kematian korban murni karena tenggelam. Diduga korban sedang mandi di sungai tersebut kemudian tenggelam," kata Kapolsek
Atas terjadinya peristiwa tersebut, ahli waris korban menerima sebagai musibah dan meminta untuk tidak dilakukan otopsi, yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan, disaksikan oleh perangkat desa setempat.
“Setelah dibuatkan berita-acara, selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada keluarganya untuk proses pemakaman.” pungkas Kapolsek. (red/imm)