News Ticker
  • Perkuat Pengawasan Distribusi BBM, Polres Bojonegoro Gelar Audiensi Bersama Pertamina dan Pengelola SPBU
  • Upacara Peringatan HJB ke-349 Berlangsung Khidmat dan Semarak di Alun-Alun Bojonegoro
  • Kontingen Jatim Sabet Gelar Juara Umum FIKSI Nasional 2026
  • Singgah di Kecamatan Trucuk, Kirab Api Abadi HJB ke-349 Disambut Meriah Warga
  • Skill Saja Tidak Cukup, EMCL Gembleng Etos dan Mental Kerja Pelajar serta Mahasiswa Magang di Bojonegoro
  • 20 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 20 Oktober 2026
  • Edukasi Hukum Pelajar, Kapolres Bojonegoro Sambangi SMAN 1 Lewat Program Polisi Peduli Pendidikan
  • Perkuat Kerukunan Umat, Kapolres Bojonegoro Gelar Minggu Kasih di Gereja Santo Paulus
  • Pemprov Jatim Minta Pusat Kaji Ulang Rencana Pengalihan Gaji ASN ke Koperasi Merah Putih
  • Bahaya Kol Goreng Mengintai, Dokter Gizi Beberkan Alternatif Lalapan Renyah dan Sehat
  • Gutanbo Fest 2026 Resmi Ditutup
  • Dorong Efisiensi Biaya dan Kelestarian Lahan, Pemkab Bojonegoro Kampanyekan Pertanian Ramah Lingkungan di Gutanbo Fest 2026
  • Rumah Anggota DPRD Bojonegoro Terbakar, Kerugian Capai Rp 100 Juta
  • Dorong Regenerasi Petani dan Smart Farming, Pemkab Bojonegoro Ajak Gen Z Garap Ekosistem Pertanian Modern
  • Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani, Pemkab Bojonegoro Gelar Gutanbo Fest 2026
  • Catatan Sejarah 18 Oktober
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 19 Oktober 2026
  • 2 Rumah di Kapas, Bojonegoro Terbakar, 2 Unit Motor dan Uang Tunai Rp 50 Juta Turut Terbakar
  • Ditinggal Pergi, Rumah Warga Banjarejo, Bojonegoro Kota Terbakar, Kerugian Capai Rp 250 Juta
  • Trik Aman Minum Kopi dan Teh Pagi Hari Tanpa Merusak Kesehatan Ginjal
  • Perkuat Perlindungan Buruh, Pemprov Jatim dan Polri Resmi Hadirkan Desk Ketenagakerjaan di Polres
  • Mengurai Islam dan Budaya Lokal lewat Buku Wali Berandal Tanah Jawa Karya George Quinn
  • PEPC JTB Rampungkan Partial Shutdown Lebih Cepat dari Target, Pasokan Gas Kembali dengan Kapasitas Penuh
Upaya Kurangi Risiko Bencana, Pemkab Bojonegoro Bentuk Desa Tangguh Bencana

Upaya Kurangi Risiko Bencana, Pemkab Bojonegoro Bentuk Desa Tangguh Bencana

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, laksanakan Pembentukan dan Pelatihan Desa Tangguh Bencana (Destana), di wilayah Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro.
 
 
Kegiatan tersebut sebagai upaya Pemkab Bojonegoro dalam mengurangi risiko bencana berbasis masyarakat, dengan cara mengurangi kerentanan, dengan meningkatkan kapasitas individu, rumah tangga dan komunitas, dalam menghadapi dampak bencana.  
 
Pembukaan Pelatihan dan Pembentukan Destana tersebut digelar Kamis (10/09/2020) di Pendapa Balai Desa Trucuk Kecamatan Trucuk, dihadiri Bupati Bojonegoro, Dr Hj Anna Muawanah, Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Ndif Ulfia SSos, Forpimca Trucuk dan diikuti oleh 200 peserta dari 5 desa yaitu Desa Trucuk, Tulungrejo, Sumbangtimun, Sranak dan Desa Kandangan.  
 
 
 

Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Ndif Ulfia SSos, saat beri sambutan dalam acara Pembentukan dan Pelatihan Desa Destana, di Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro. Kamis (10/09/2020)

 
Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Nadif Ulfia dalam sambutannya menyampaikan desa tangguh bencana (destana) adalah desa yang mempunyai kemampuan mandiri untuk beradaptasi menghadapi ancaman bencana, serta mampu memulihkan diri segera dari dampak bencana yang di timbulkan
 
"Kegiatan ini akan dilangsungkan selama 20 hari, yang diikuti oleh 200 peserta dari 5 desa yaitu Desa Trucuk, Tulungrejo, Sumbangtimun, Sranak dan Desa Kandangan. Peserta nantinya akan mendapatkan beberapa materi berupa, penyusunan berbagai dokumen mulai dari kajian risiko, pemetaan, rencana penanggulangan, sosialisasi kepada masyarakat, hingga pelatihan relawan dan simulasi peringatan dini." kata Nadif Ulfia..
 
Menurut Nadif Ulfia, pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat adalah proses pengelolaan risiko bencana yang melibatkan secara aktif masyarakat yang berrisiko dalam mengkaji, menganalisis, menangani,  memantau dan mengevaluasi risiko bencana, untuk mengurangi kerentanan dan meningkatkan kemampuannya.
 
"Salah satu wujud kegiatan pengurangan risiko bencana tersebut adalah pembentukan desa atau kelurahan tangguh bencana," kata Nadif Ulfia.
 
 
 
Nadif Ulfia juga menyampaikan bahwa maksud dan tujuan di bentuknya desa tangguh bencana tersebut yang pertama adalah untuk mengurangi risiko bencana dengan cara mengurangi kerentanan, dengan meningkatkan kapasitas individu, rumah tangga dan komunitas, dalam menghadapi dampak dari pada bencana.  
 
Selanjutnya yang kedua sebagai sinergitas program-program lembaga, dinas dan instansi terkait, baik dari unsur masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dalam mendukung desa tangguh bencana
 
"Dengan adanya desa tangguh bencana, ke depan yang paling penting tentunya kita semua lebih singap dan tanggap menghadapi bencana yang akan datang, sehingga dapat meminimalisir korban, bahkan lebih banyak menyelamatkan nyawa manusia melalui kemandirian masyarakat, dan sinergitas berbagai unsur.
 
 
 

Bupati Bojonegoro, Dr Hj Anna Muawanah, saat beri sambutan dalam acara Pembentukan dan Pelatihan Desa Destana, di Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro. Kamis (10/09/2020)

 
Bupati Anna Muawanah, dalam sabutannya menyampaikan bahwa wilayah Kecamatan Trucuk yang berlokasi disekitar aliran Sungai Bengawan Solo, sehingga karena faktor alam tersebut Kecamatan Trucuk merupakan daerah yang menjadi langganan banjir, sehingga masyarakat harus waspada.
 
Untuk itulah pemkab Bojonegoro membentuk desa tangguh bencana yang dilanjutkan dengan pelatihan pengelolaan dan penanggulangan bencana.
 
"Pelatihan ini diambil 5 desa di Kecamatan Trucuk karena daerah ini tergolong rawan banjir Bengawan Solo," kata Bupati Anna Muawanah.
 
Pada kesempatan tersebut Bupati berharap kepada masyarakat agar setiap individu dan keluarga harus bisa meramalkan dan mempersiapkan diri untuk bisa menghadapi banjir. Selain itu Bupati juga berpesanagar  masyarakat memiliki tenggang rasa, terhadap warga lain atau desa lain yang tertimpa banjir.
 
"Kami harapkan dengan adanya pelatihan desa tangguh bencana di 5 desa di Kecamatan  Trucuk ini, warga masyarakat bisa mengantisipasi dan melakukan tindakan preventif. dan untuk mempersiapkan diri termasuk menolong warga dan lingkungan, jikia terjadi banjir." kata Bupati Anna Muawanah.
 
 
 
Di Akhir sambutannya, Bupati berpesan kepada seluruh peserta yang mengikuti pelatihan Desa Tangguh bencana tersebut mengikuti dengan bersungguh-sungguh, hingga selesai.
 
"Kami harapkan seluruh peserta dari masing-masing desa sungguh-sungguh dalam mengikuti pelatihan ini, sehingga nanti jika ada bencana bisa menolong diri sendri, kelurga juga lingkungan," kata Bupati Anna Muawanah. (dan/imm)
 
Banner Ucapan HJB ADS
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani, Pemkab Bojonegoro Gelar Gutanbo Fest 2026

Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani, Pemkab Bojonegoro Gelar Gutanbo Fest 2026

Bojonegoro Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar Gumregah Tani Bojonegoro Festival (Gutanbo Fest) 2026 di Alun-Alun Bojonegoro pada Jumat (16/10/2026). Perhelatan dibuka ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Menghadapi tumpukan materi kuliah, kejaran tenggat tugas, dan jadwal kelas pagi yang tak kompromi sering kali memaksa mahasiswa mencari jalan ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Bojonegoro - Bukan sekadar destinasi wisata anyar, Geosite Kedung Lantung di Desa Sugihwaras, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi ...

Hiburan

Film Digger,  Komedi Satir tentang Kekuatan Konspirasi Pengancam Lingkungan

Film Digger, Komedi Satir tentang Kekuatan Konspirasi Pengancam Lingkungan

Bojonegoro Sutradara kenamaan Alejandro Gonz lez I rritu kembali menggebrak dunia perfilman lewat karya terbarunya berjudul Digger. Mengusung genre komedi ...

1792504331.0226 at start, 1792504331.4937 at end, 0.4710590839386 sec elapsed