Indonesia-Norwegia Buka Kran Pendanaan Lingkungan Fase 4: Rakyat Kini Bisa Jadi Aktor Utama Mitigasi Iklim
Minggu, 15 Februari 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jakarta – Upaya Indonesia dalam menekan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan semakin diperkuat dengan melibatkan masyarakat akar rumput secara langsung. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan, bekerja sama dengan Pemerintah Norwegia, resmi meluncurkan Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan (Small Grant) Periode Keempat di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Program ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan instrumen strategis untuk mendukung target Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030—sebuah ambisi nasional di mana sektor hutan dan lahan diharapkan mampu menyerap lebih banyak emisi karbon daripada yang dilepaskannya.
Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan sendiri atau yang sering disebut sebagai skema Small Grant adalah model pendanaan inklusif yang dirancang untuk memangkas hambatan birokrasi bagi kelompok masyarakat sipil dalam mendapatkan modal aksi lingkungan.
Berbeda dengan dana hibah besar yang biasanya sulit dijangkau kelompok lokal, layanan ini menyasar unit-unit terkecil di masyarakat, seperti kelompok pemuda, komunitas perhutanan sosial, hingga pegiat konservasi di pelosok daerah.
Dana ini dikelola oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan sumber dananya berasal dari mekanisme Result-Based Contribution (RBC). Artinya, dana yang diberikan oleh Norwegia ini merupakan apresiasi atas keberhasilan nyata Indonesia dalam menurunkan angka deforestasi.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menegaskan bahwa tantangan perubahan iklim memerlukan aksi cepat.
"Waktu kita terbatas untuk mitigasi, sehingga partisipasi publik harus dibuka seluas-luasnya," ujarnya.
Pada periode keempat ini, masyarakat dapat mengajukan proposal berdasarkan tiga tema utama:
-
FOLU Goes to School: Fokus pada edukasi dan pelibatan generasi muda di sekolah-sekolah untuk mulai mencintai dan melestarikan lingkungan sejak dini.
-
FOLU Terra: Program yang menyasar pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan, memastikan bahwa menjaga hutan juga bisa mendatangkan kesejahteraan.
-
FOLU Biodiversity: Dukungan khusus bagi aksi-aksi penyelamatan keanekaragaman hayati dan perlindungan spesies di habitat alaminya.
Efektivitas program ini tercermin dari catatan capaian tiga periode sebelumnya. Hingga saat ini, dana sebesar Rp19,31 miliar telah tersalurkan kepada 561 kelompok masyarakat yang mencakup lebih dari 31.000 penerima manfaat di 36 provinsi.
Menteri Pembangunan Internasional Norwegia, Asmund Aukrust, yang hadir dalam peluncuran tersebut, memberikan apresiasinya. Menurutnya, dukungan internasional harus sampai ke tangan masyarakat yang tinggal paling dekat dengan hutan, karena merekalah garda terdepan pelestarian alam.
Bagi masyarakat yang memiliki inovasi atau kegiatan pelestarian lingkungan, pendaftaran usulan kegiatan telah dibuka mulai 12 hingga 19 Februari 2026. Proses aplikasi dilakukan secara digital melalui laman resmi layanan-dana-masyarakat.bpdlh.id. Pemerintah menjanjikan proses yang lebih mudah diakses agar semakin banyak kelompok masyarakat di daerah terpencil yang bisa ikut berkontribusi dalam perjuangan global melawan krisis iklim.(red/toh)
Reporter: Tim Redaksi































.md.jpg)






