Satgas TPID Bojonegoro Sidak Pasar Kota, Pantau Lonjakan Harga Jelang Ramadan
Selasa, 10 Februari 2026 14:30 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Menjelang bulan suci Ramadhan, Satgas Gabungan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bojonegoro melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kota Bojonegoro pada Senin (09/02/2026) pagi. Kegiatan ini bertujuan memantau ketersediaan stok dan stabilitas harga bahan pokok penting (bapokting) di tengah potensi peningkatan permintaan masyarakat.
Tim gabungan yang terdiri dari Polres Bojonegoro (Satgas Pangan), Perum Bulog, Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Peternakan dan Perikanan, DPMPTSP, Bagian Perekonomian Setda, serta Dinas Komunikasi dan Informatika, fokus memeriksa dua komoditas yang mengalami kenaikan harga signifikan: daging ayam dan cabai rawit.
Sumarmi, salah satu pedagang daging ayam, menjelaskan bahwa kenaikan ini dipicu oleh tingginya permintaan pasar yang datang secara bersamaan.
"Permintaan melonjak drastis karena saat ini masuk musim tradisi Megengan. Selain itu, permintaan untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga sangat tinggi. Ini yang membuat stok di tingkat pedagang sangat cepat terserap," ungkapnya.
Kondisi serupa terjadi pada komoditas cabai rawit yang kini menyentuh harga Rp 75.000 hingga Rp 80.000 per kilogram. Arya, pedagang cabai setempat, mengeluhkan faktor cuaca buruk yang melanda daerah penghasil sebagai penyebab utama minimnya hasil panen petani.
"Barangnya susah didapat. Kalau pasokan dari petani tersendat karena cuaca, harga otomatis naik. Harapan kami cuaca segera membaik supaya perputaran modal kami sehat dan pembeli tidak merasa berat," tuturnya.
Meski ada kenaikan pada beberapa item, tim TPID memastikan secara keseluruhan pasokan bahan pokok masih aman dan tidak ada indikasi penimbunan atau praktik tidak sehat lainnya. Koordinasi antarinstansi terus ditingkatkan untuk menjaga stabilitas harga, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan persiapan Ramadhan tanpa beban lonjakan harga ekstrem.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mengendalikan inflasi pangan menjelang hari besar keagamaan. Pantauan serupa akan terus dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi fluktuasi harga di pasar tradisional.(red/toh)
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir































.md.jpg)






