News Ticker
  • Sasar Puluhan Toko di Tambakrejo, Tim Gabungan Bojonegoro Nihil Temuan Rokok Ilegal
  • Polres Bojonegoro Upayakan Restorative Justice Kasus Petani Suginanto, Perhutani KPH Padangan Tegas Menolak
  • Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional
  • Kasus Dua Batang Kayu Jati Petani Ngraho, Lidah Tani Dorong Penyelesaian Hukum Berkeadilan
  • 09 September dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 09 September 2026
  • Diduga Ambil Dua Potong Kayu Jati Perhutani, Petani Asal Ngraho Bojonegoro Ditahan Polisi
  • Awas Salah Pilih Warna! Dokter Gigi Imbau Perawatan Pemutihan Gigi Disesuaikan Warna Kulit
  • Pemkab Bojonegoro Rehabilitasi Alun-Alun Kota, Tahap I Pembangunan Menyasar Sisi Utara
  • Tekan Risiko Karhutla dan Kekeringan, Pemprov Jatim Tebar 3,2 Ton NaCl Melalui Operasi Modifikasi Cuaca
  • Pertumbuhan Ekonomi Nonmigas Bojonegoro Triwulan II 2026 Tunjukkan Kinerja Positif
  • Peringati HUT IJTI Pantura Raya, Insan Pers dan Pemda Tekankan Akselerasi Transformasi Digital
  • Mengenal Sejarah Geologi dan Minyak Bumi di Pusat Informasi Geopark Bojonegoro
  • 08 September dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 08 September 2026
  • Kemenhan Alokasikan Rp426 M untuk Operasional dan Gaji Personel Satuan TNI Baru di Bojonegoro
  • Bulog Bojonegoro Intensifkan Pemantauan Pasar dan Penyaluran Beras SPHP di Tiga Kabupaten
  • Karhutla Hanguskan 3.800 Hektare Lahan di Jatim, Pemprov Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca dan Penyaluran Air Bersih
  • Alternatif Olahraga Ringan Sambil Rebahan untuk Mengecilkan Perut Buncit
  • Sesosok Mayat Perempuan Warga Parengan, Tuban Ditemukan di Hutan Malo, Bojonegoro
  • 07 September dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 07 September 2026
  • Pesawat Latih Jatuh dan Terbakar di Blora, Pilot dan Co-pilot Selamat
  • Dukung Swasembada Gula Nasional, Pemkab Bojonegoro Kejar Perluasan Lahan Tanam Tebu 2.597 Hektare
Isi Waktu Luang Selama Pandemi COVID-19, Guru di Bojonegoro Jual Aneka Varian Rempeyek

UMKM

Isi Waktu Luang Selama Pandemi COVID-19, Guru di Bojonegoro Jual Aneka Varian Rempeyek

Bojonegoro - Bila banyak orang kebingungan mencari lowongan kerja atau dirumahkan saat pademi COVID-19 sekarang ini, namun tidak demikian yang dialami Siti Mutmainah (38), seorang guru madarasah asal Desa Talok Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro ini malah menciptakan lapangan kerja.
 
Dengan adanya pandemi COVID-19, pembelajaran dilakukan secara daring, maka Mutmainah memiliki banyak waktu luang.
 
 
Mutmainah berpikir daripada banyak nganggur, akhirnya dia memutuskan memproduksi rempeyek untuk dijual agar menambah penghasilan. Ide berjualan rempeyek ini juga didukung keluarga dan teman-temannya. 
 
"Dulu saya pernah berjualan keripik pisang. Kemudian vakum, karena harga pisang tidak tentu dan barangnya tidak selalu ada. Saya mencari ide, apa yang sering dikonsumsi tiap hari dan bahannya selalu tersedia. Munculah ide produksi rempeyek," cerita Mut, sapaan akrab Mutmainah, Minggu (24/01/2021).
 
 

Siti Mutmainah (38), guru madarasah asal Desa Talok Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro, dengan rempeyek produksinya. (foto: vera/beritabojonegoro)

 
Tentu saja, Mut melakukan sejumlah inovasi agar produksi rempeyek miliknya berbeda dengan produk lainnya. Kalau produsen lain hanya memproduksi rempeyek kacang, dia memproduksi rempeyek dengan aneka isi, yaitu kacang tanah, kacang hijau, kacang merah, udang, dan teri.
 
"Untuk kacang hijau dan kedelai, agar tidak keras dimakan, kami merendamnya beberapa waktu. Kacang hijau membutuhkan waktu yang lama sekitar 6 hingga 8 jam sebelum dicampur adonan dan digoreng," ujar Mut.
 
Mutmainah dibantu dua karyawannya dalam memproduksi rempeyek. Dalam seminggu, bisa bisa 2 hingga 3 kali produksi. Selain dijual langsung kepada konsumen, dia juga memasok rempeyek untuk katering. Pada masa pandemi seperti ini, jumlah rempeyek yang dipesan oleh katering juga berkurang. Karena banyak proyek yang juga mengalami pengurangan tenaga kerja.
 
"Karena pesanan katering hanya seminggu sekali, kami melebarkan sayap pemasaran di kota," kata Mut.
 
Mut menyadari untuk menjual produknya di kota, dia harus melakukan perubahan terhadap kemasan rempeyek. Untuk dijual di daerah, hanya menggunakan plastik biasa dengan harga seribuan. Sedangkan di kota, dia menggunakan plastik standing pouch dan juga diberikan label yang menarik. Dia memberikan nama merk TOP. Tidak ada alasan khusus terhadap pemilihan nama merk tersebut.
 
Mut bercerita untuk menjaga kualitas rempeyeknya agar tetap bagus, minyak yang digunakan menggoreng maksimal hanya dua kali saja. Kemudian ditiriskan di atas tisu. Hal tersebut dilakukan agar rempeyek lebih garing dari minyak.
Sementara, sisa minyak dari bekas penggorengan rempeyek, dimanfaatkan sebagai pengganti lilin. Tetapi ada juga yang diminta orang lain. 
 
 
 
Dalam sekali produksi, Mut membutuhkan sekitar 2,5 kilogram tepung beras dan 4 liter minyak goreng. Dia bisa menghasilkan 130 bungkus rempeyek yang dijual seribuan rupiah atau menjadi sekitar 50 bungkus kemasan besar dengan harga Rp 6 ribu.
 
"Omzet yang saya terima dalam sebulan berkisar 1,5 juta rupiah dalam sebulan," tutur Mut.
 
Untuk pemesanan aneka rempeyek TOP bisa menghubungi nomor +62 852-3351-0282. (ver/imm)
 
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama empt hari mulai Rabu (17/06/2026), ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dekranasda ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Pernahkah Anda terbangun di suatu pagi, menatap cermin, dan menyadari bahwa garis-garis halus di wajah bukan sekadar tanda penuaan, melainkan ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Film Operasi Pesta Copet, Sisi Gelap di Tengah Riuk Pesta Musik

Film Operasi Pesta Copet, Sisi Gelap di Tengah Riuk Pesta Musik

Geliat festival musik tidak hanya menghadirkan panggung megah dan alunan nada, tetapi juga menyisakan celah kerawanan bagi para pengunjungnya. Fenomena ...

1788935480.3647 at start, 1788935480.6184 at end, 0.25371217727661 sec elapsed