15 Disabilitas Bojonegoro Ikuti HDI 2015
Jumat, 04 Desember 2015 11:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota - Sebanyak 15 orang penyandang disabilitas Kabupaten Bojonegoro yang tergabung dalam Himpunan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro (HDKB) mendapatkan kesempatan untuk turut hadir pada peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) di Surabaya pada 5 dan 6 Desember 2015. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro, Hari Kristianto, pada Jumat (4/12) pagi tadi.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pada peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2015 yang akan diselengarakan di gedung yayasan BK3S Jawa Timur Jalan Raya Tenggilis Blok GG Nomor 10 Surabaya ini akan dihadiri oleh seluruh perwakilan disabilitas di Jawa Timur.
Ditambahkan pada rangkaian HDI tahun 2015 ini para delegasi dari masing-masing Kabupaten Bojonegoro akan mengikuti beberapa agenda kegiatan antara lain malam keakraban insan disabilitas yang dilaksanakan pada tanggal 5 Desember dan jalan sehat, pentas seni disabilitas, pameran hasil karya disabilitas, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan direncanakan digelar pada Minggu 6 Desember 2015. Tidak hanya itu juga akan dilakukan pendaftaran kebutuhan antara lain ortgese, prothese dan hearing aid, kursi roda serta pasar murah.
Ketua HDKB Bojonegoro, Sanawi, menjelaskan pada peringatan HDI tahun 2015 ini Kabupaten Bojonegoro akan mengirimkan delegasi yakni HDKB Bojonegoro yang pada even ini akan mengirimkan 15 orang anggotanya. Tak sekadar menghadiri namun anggota HDKB Bojonegoro akan menampilkan beberapa kegiatan yakni menampilkan hiburan musik elektone pada makam keakraban. Dua orang berkebutuhan khusus yang akan unjuk kebolehkan yakni Dina penyandang tuna netra dari Kecamatan Kalitidu dan Muzaki penyandang tunanetra dari Kecamatan Sumberejo.
Selain itu pada pameran nantinya anggota HDBK akan menampilkan produk berupa baju yang merupakan hasil karya HDKB Bojonegoro. Dijelaskan sampai dengan saat ini anggota HDBK baru sekitar 200 orang dan baru beberapa kecamatan saja, masih banyak penyandang disabilitas dari beberapa wilayah kecamatan lain yang sampai dengan saat ini belum masuk dalam keanggotaan HDKB. HDKB dibentuk sebagai wadah penyandang disabilitas Bojonegoro agar mampu mandiri dan berkarya ditengah keterbatasan yang mereka miliki. (mol/kik)





































