Waspada Bahaya Gula Berlebih, Ancaman Kesehatan Anda
Selasa, 06 Januari 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Meski rasanya manis dan menggoda, konsumsi gula berlebih ternyata menyimpan risiko serius bagi kesehatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah lama memperingatkan bahwa asupan gula tambahan yang melebihi batas dapat memicu berbagai penyakit tidak menular, seperti obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan bahkan beberapa jenis kanker.
Menurut pedoman WHO, asupan gula bebas sehari-hari sebaiknya kurang dari 10 persen total energi harian, idealnya di bawah 5 persen atau sekitar 25 gram (setara 6 sendok teh) untuk orang dewasa. Namun, kenyataannya, banyak masyarakat Indonesia masih mengonsumsi gula jauh di atas anjuran tersebut, terutama dari minuman manis kemasan dan makanan olahan.
Kelebihan gula dapat menyebabkan resistensi insulin, penumpukan lemak di hati (non-alcoholic fatty liver disease), peningkatan tekanan darah, peradangan kronis, serta gangguan suasana hati hingga risiko depresi. Penelitian terbaru juga menghubungkan konsumsi gula tinggi dengan kerusakan ginjal, masalah kulit, dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab utama kematian di dunia.
Di Indonesia, survei Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen penduduk usia 3 tahun ke atas mengonsumsi minuman manis lebih dari sekali sehari. Meski konsumsi gula per kapita sedikit menurun menjadi sekitar 5,37 kg per tahun pada 2024, kebiasaan ini tetap menjadi ancaman besar bagi ketahanan kesehatan nasional.
Para ahli menyarankan untuk membaca label nutrisi, mengurangi minuman bersoda, dan mengganti dengan air putih atau buah segar. "Gula memang memberikan energi cepat, tapi berlebihan justru merusak tubuh dari dalam," kata seorang pakar gizi dari Kemenkes.
Dengan kesadaran yang lebih tinggi, diharapkan masyarakat dapat menikmati hidup sehat tanpa terjebak jebakan manis gula berlebih.





.sm.jpg)






























.md.jpg)






