Manfaat Kunyit untuk Kesehatan, dari Anti-Inflamasi hingga Anti-Kanker
Rabu, 07 Januari 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Kunyit, rempah kuning yang sering menjadi bumbu masakan Indonesia, semakin populer berkat kandungan utamanya, kurkumin. Senyawa ini telah banyak diteliti karena sifat anti-inflamasi dan antioksidannya yang kuat, menjadikannya sebagai bahan alami potensial untuk mendukung kesehatan tubuh.
Berbagai studi ilmiah menunjukkan bahwa kurkumin dapat membantu meredakan gejala osteoarthritis dengan mengurangi nyeri dan peradangan, setara dengan obat anti-inflamasi seperti ibuprofen dalam beberapa kasus. Selain itu, kunyit berpotensi melindungi jantung melalui efek antioksidannya yang melawan radikal bebas, serta meningkatkan fungsi pembuluh darah.
Manfaat lain termasuk dukungan terhadap sistem kekebalan tubuh, pengelolaan kadar gula darah pada penderita diabetes, dan potensi menghambat pertumbuhan sel kanker berdasarkan penelitian laboratorium. Kurkumin juga dikaitkan dengan perbaikan kesehatan otak, seperti peningkatan memori dan pengurangan risiko depresi.
Meski menjanjikan, para ahli menekankan bahwa penyerapan kurkumin dalam tubuh relatif rendah. Mengonsumsinya bersama lada hitam atau dalam bentuk suplemen khusus dapat meningkatkan efektivitasnya. Namun, konsumsi berlebih bisa menimbulkan efek samping seperti gangguan pencernaan, penurunan gula darah drastis, atau risiko batu ginjal.
Pakar kesehatan menyarankan untuk menggunakan kunyit sebagai bagian dari pola makan sehat, bukan pengganti pengobatan medis. Konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum mengonsumsi suplemen, terutama bagi ibu hamil, penderita gangguan pembekuan darah, atau yang sedang minum obat tertentu.
Dengan pendekatan bijak, kunyit bisa menjadi tambahan sederhana untuk gaya hidup sehat sehari-hari.










.sm.jpg)

























.md.jpg)






