Gubernur Khofifah Optimistis Sekolah Rakyat Mampu Putus Mata Rantai Kemiskinan
Minggu, 18 Januari 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan keyakinannya bahwa program Sekolah Rakyat (SR) menjadi salah satu cara paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Pernyataan ini disampaikan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan SR se-Jawa Timur di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jatim, Jumat (16/01/2026).
Khofifah menjelaskan, SR berbasis asrama ini dirancang untuk memberikan ruang optimal bagi anak-anak dari berbagai latar belakang sosial dan keluarga, termasuk yang selama ini tersembunyi potensinya.
"Di dalam SR ini ternyata banyak anak yang brilian dan berlian. Kadang tidak tampak, namun setelah diberi ruang mereka ternyata adalah brilian dan berlian," ujarnya, seraya menekankan bahwa program ini menjadi harapan besar untuk mendorong potensi anak bangsa yang unggul dan kompetitif.
Jawa Timur saat ini memimpin nasional dengan jumlah SR terbanyak, yakni 26 sekolah yang menampung total 2.249 siswa. Siswa tersebut terbagi dalam 98 rombongan belajar: 15 rombel SD, 35 rombel SMP, dan 48 rombel SMA. Capaian ini mendapat apresiasi tinggi, termasuk dari Presiden Prabowo Subianto yang memuji penampilan marching siswa SR Jatim pada acara peresmian 166 SR nasional baru-baru ini—disebut Khofifah sebagai performa "di atas ekspektasi".
Melalui bimtek ini, Khofifah ingin memastikan pengelolaan SR berjalan optimal, dengan peningkatan kompetensi kepala sekolah, wali asuh, dan wali asrama. Ia menekankan pentingnya adaptasi siswa dari latar belakang beragam, identifikasi dini masalah sosial, serta solusi cepat tanpa menunggu hingga ke tingkat pusat.
"Kalau ada masalah, tidak boleh dibiarkan. Cari solusinya dengan Dindik, Dinsos, hingga wali kota/bupati di daerah masing-masing," pesannya.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifah Choiri Fauzi turut hadir dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan proaktif Khofifah. Ia menilai bimtek ini sebagai bukti perhatian serius Pemprov Jatim terhadap pola asuh di SR, yang menjadi kunci sukses program nasional ini.
Program SR, yang bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan seluruh biayanya ditanggung negara, diharapkan terus berkembang di Jatim. Tahun ini saja, provinsi mengajukan tambahan 8 titik SR baru yang sedang diverifikasi. Dengan pendekatan holistik ini, SR tidak hanya menyediakan akses pendidikan berkualitas, tapi juga menjadi instrumen strategis negara untuk mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan dan pengasuhan yang inklusif.
Pemprov Jatim berkomitmen terus memperkuat sinergi lintas instansi agar SR benar-benar menjadi jembatan menuju generasi unggul dan sejahtera. Informasi lebih lanjut dapat diikuti melalui kanal resmi Pemprov Jatim.(red/toh)











.sm.jpg)



















.md.jpg)






