Antisipasi Kemarau Panjang 2026 Pemprov Jatim Instruksikan Percepatan Tanam Padi
Minggu, 10 Mei 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur - Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara resmi meminta seluruh kabupaten dan kota di wilayahnya untuk segera mempercepat proses penanaman padi pascapanen. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata dalam mengantisipasi potensi kemarau panjang yang diprediksi terjadi pada tahun 2026. Instruksi ini bertujuan untuk memastikan stabilitas produksi padi dan memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah ancaman fenomena El Nino yang dapat memengaruhi ketersediaan air.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Heru Suseno, menjelaskan bahwa Gubernur Khofifah Indar Parawansa telah mengarahkan para kepala daerah untuk bergerak cepat memanfaatkan sisa ketersediaan air yang masih ada di beberapa titik. Menurutnya, penggunaan alat mesin pertanian atau alsintan menjadi kunci utama agar target luasan tanam padi sebesar 2,43 juta hektare pada tahun ini dapat tercapai bahkan melampaui capaian tahun sebelumnya.
"Harapan kita, Gubernur itu, seluruh Bupati dan Wali Kota harus begitu juga (percepatan tanam). Supaya El Nino ini diantisipasi dengan percepatan tanam karena mumpung air ini masih ada. Di beberapa tempat masih turun hujan, di beberapa daerah masih ada air, harus percepatan tanam didukung juga dengan alsintan," ujar Heru saat mendampingi Gubernur Khofifah dalam agenda panen dan tanam padi di Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jumat.
Dalam kondisi normal, biasanya lahan sawah akan didiamkan selama kurang lebih dua minggu untuk memulihkan unsur hara setelah masa panen. Namun, melalui program percepatan ini, lahan diharapkan sudah kembali ditanami benih dalam waktu kurang dari satu pekan. Heru memastikan bahwa pemulihan kualitas tanah akan dibantu dengan teknologi pemupukan yang disesuaikan dengan tingkat keasaman tanah masing-masing wilayah melalui pendampingan tim ahli di lapangan.
"Tentu, guna memulihkan unsur hara ini menggunakan metode teknologi pemupukan yang sesuai dengan tingkat keasaman atau PH dari lahan masing-masing sawah. Karena itu, nantinya akan ada tim pertanian dari dinas yang melakukan pengecekan lapangan dan memberikan treatment khusus untuk mempercepat pengembalian unsur hara tanah," katanya. Ia optimis dukungan irigasi dan modernisasi peralatan dari pemerintah akan mempermudah para petani dalam mengejar target tanam tersebut.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyambut positif instruksi tersebut dan menyatakan kesiapan wilayahnya untuk mendukung swasembada pangan nasional. Dengan modal produksi padi mencapai 474.087 ton Gabah Kering Giling pada tahun 2025, Kabupaten Madiun berkomitmen mengoptimalkan sistem pengairan dan pola tanam yang lebih modern.
"Kabupaten Madiun siap melakukan percepatan tanam guna mendukung swasembada dan ketahanan pangan. Didukung dengan modernisasi alsintan dan sistem pemupukan, serta irigasi yang memadai, Insya Allah produksi padi di Kabupaten Madiun akan optimal," katanya. Kehadiran jajaran pimpinan daerah dalam kegiatan di Desa Gading ini menegaskan kolaborasi kuat antara Pemprov Jatim dan pemerintah daerah dalam menjaga kedaulatan pangan menghadapi tantangan iklim.
Percepatan tanam ini menjadi solusi krusial agar masa pertumbuhan padi tidak terbentur dengan puncak musim kering. Pemerintah berharap dengan mulainya masa tanam lebih awal, risiko gagal panen akibat kekeringan ekstrem dapat diminimalisir sehingga pasokan beras untuk masyarakat tetap aman hingga akhir tahun.(red/toh)






































