Stok Pupuk Subsidi Bojonegoro Aman, Penyaluran Lampaui Target di Sejumlah Kios
Rabu, 13 Mei 2026 18:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Ketersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Bojonegoro dipastikan aman dan mencukupi untuk kebutuhan petani selama musim tanam 2026. Hingga pertengahan Mei 2026, distribusi di sejumlah wilayah berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Di tingkat kios resmi, UD Usaha Tani Desa Ngraseh, Kecamatan Dander mencatat alokasi pupuk subsidi mencapai 325,3 ton untuk enam kelompok tani sepanjang Januari hingga Desember 2026. Jenis Urea N 46 persen menjadi yang terbesar dengan 149,4 ton, diikuti NPK Phonska 145,9 ton dan Organik Granul 30,5 ton.
Pemilik Kios UD Usaha Tani, Rifaun Naim memastikan stok tetap terjaga agar petani tidak kesulitan saat musim tanam.
“Distribusi pupuk sampai saat ini berjalan stabil dan aman. Kebutuhan petani masih bisa terpenuhi dengan baik,” ujar Naim, Rabu (13/05/2026).
Realisasi penyaluran di kios tersebut bahkan melampaui target PT Pupuk Indonesia. Hingga pertengahan Mei, distribusi mencapai lebih dari 62 persen dari target 60 persen. NPK Phonska menjadi jenis dengan penebusan tertinggi yakni 63 persen, disusul Urea 62,9 persen dan Organik Granul 55,8 persen.
Petani juga mulai menggunakan aplikasi i-Pubers untuk penebusan pupuk. Sistem digital yang dikembangkan Kementerian Pertanian bersama PT Pupuk Indonesia dinilai mempermudah proses agar lebih cepat, mudah, dan transparan.
Di tingkat kabupaten, realisasi penyaluran pupuk subsidi Bojonegoro sudah mencapai 55.257 ton atau 42,45 persen dari total alokasi 130.177 ton. Rinciannya, Urea tersalurkan 26.863 ton, NPK 22.230 ton, dan Organik 6.165 ton. Sisa stok masih tercatat 74.920 ton.Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki, M. Ali Irtadho menyebut distribusi berjalan lancar tanpa kendala.
“Distribusi berjalan lancar dan stok pupuk masih aman. Data penyaluran juga sesuai antara alokasi, penebusan, dan sisa stok,” kata Ali.
Kepala Bidang Sarana, Prasarana dan Perlindungan Tanaman DKPP Bojonegoro, Yuseriza A. Leksana menambahkan, serapan pupuk berjalan sesuai kebutuhan lapangan dan akan terus bertambah seiring musim tanam.
“Stok pupuk subsidi masih cukup tersedia. Kami mengimbau para petani agar memanfaatkan pupuk subsidi secara bijak sesuai kebutuhan dan dosis anjuran, sehingga distribusinya bisa merata dan tepat sasaran,” ujar Riza.
DKPP bersama distributor dan kios resmi terus melakukan pengawasan agar penyaluran berjalan lancar. Dengan stok yang terjaga, proses tanam diharapkan optimal untuk menjaga produksi dan ketahanan pangan daerah.(red/toh)
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir






































