Waspada Pencatutan Nama Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah untuk Modus Penipuan
Senin, 11 Mei 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Masyarakat Kabupaten Bojonegoro diminta untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul munculnya aksi penipuan yang mencatut nama pejabat daerah melalui pesan singkat. Saat ini, telah terdeteksi sebuah nomor WhatsApp tidak dikenal yaitu 0831 6614 6098 yang menggunakan identitas Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, untuk menghubungi warga secara acak dengan maksud tertentu.
Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bojonegoro, Setiyo Budi Wibowo, memberikan klarifikasi resmi bahwa nomor telepon tersebut dipastikan palsu dan bukan milik pribadi maupun dinas dari Wakil Bupati Bojonegoro. Ia menegaskan agar warga tidak merespons permintaan apa pun yang berasal dari nomor tersebut guna menghindari kerugian material maupun penyalahgunaan data.
“Nomor 0831 6614 6098 bukan nomor milik Ibu Wakil Bupati Nurul Azizah. Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya apabila ada pihak yang menghubungi dan mengatasnamakan pejabat daerah melalui nomor tersebut,” jelasnya, Senin (11/05/2026).
Lebih lanjut, Setiyo Budi menjabarkan bahwa modus penipuan digital saat ini semakin beragam, mulai dari menawarkan bantuan sosial, promosi program pemerintah, hingga permintaan transfer uang secara langsung. Ia mengingatkan bahwa pejabat publik tidak pernah menggunakan saluran pribadi yang tidak terverifikasi untuk urusan administratif atau permintaan uang kepada masyarakat.
“Masyarakat agar selalu melakukan konfirmasi terlebih dahulu dan tidak menanggapi pesan maupun panggilan mencurigakan. Jika menemukan indikasi penipuan serupa, segera laporkan kepada pihak berwenang,” tambahnya.
Guna mencegah jatuhnya korban lebih banyak, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi digital. Penting bagi setiap warga untuk melakukan kroscek terhadap kebenaran informasi sebelum menyebarkannya, demi menjaga ekosistem komunikasi yang aman dan kondusif di wilayah Bojonegoro.
Masyarakat diimbau untuk hanya mempercayai informasi yang keluar melalui kanal resmi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan tetap kritis terhadap setiap upaya komunikasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.(red/toh)






































