Kolaborasi Lintas Sektor, Pemkab Bojonegoro Rekam KTP-el dan Edukasi Bahaya Narkoba di SMKN 2
Selasa, 12 Mei 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus berkomitmen melindungi generasi muda dari ancaman narkotika sekaligus memenuhi hak sipil melalui perekaman KTP-el. Kegiatan terpadu ini menyasar para siswa SMKN 2 Bojonegoro pada Selasa (12/05/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pejabat penting, mulai dari Wakil Bupati Hj. Nurul Azizah, Ketua Harian P4GN Budi Irawanto, hingga Kepala Disdukcapil Heri Widodo. Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan memastikan pelajar memiliki dokumen kependudukan resmi sambil mendapatkan pemahaman tentang bahaya laten narkoba. Petugas dari Disdukcapil membuka layanan perekaman biometrik di aula sekolah sehingga siswa tidak perlu meninggalkan jam pelajaran. Proses berjalan tertib, mulai dari verifikasi data kependudukan, pengambilan foto, sidik jari, hingga tanda tangan elektronik. Siswa cukup membawa fotokopi Kartu Keluarga dan mengenakan pakaian sopan sesuai arahan sekolah.
Sementara itu, sesi edukasi narkoba diisi dengan dialog interaktif yang menyentuh persoalan nyata di lingkungan pelajar. Materi disampaikan secara langsung oleh Budi Irawanto agar pesan sampai tanpa jarak. Para siswa diajak memahami bahwa narkoba tidak mengenal jenis kelamin maupun latar belakang sosial. Risiko penyalahgunaan bisa datang dari pergaulan yang salah, tekanan teman sebaya, hingga rasa ingin coba-coba yang berujung fatal. Pendekatan ini dipilih agar materi tidak terdengar menggurui, melainkan menjadi ruang refleksi bersama.
“Narkoba bukan hanya soal laki-laki, perempuan juga banyak yang terlibat. Maka kuncinya ada pada pengendalian diri dan lingkungan,” ujar Budi Irawanto dalam pemaparannya.
Ia menekankan pentingnya peran keluarga dan sekolah sebagai benteng pertama pencegahan. Menurutnya, kontrol diri yang kuat harus ditopang dengan lingkungan yang sehat. Ketika dua unsur ini seimbang, peluang terjerumus ke lingkaran gelap narkoba akan semakin kecil.
Senada dengan hal itu, Wabup Nurul Azizah menambahkan bahwa semangat mencari ilmu adalah bekal utama. Beliau berharap, dengan dokumen kependudukan yang lengkap dan jiwa yang bersih dari narkoba, siswa SMKN 2 siap bersaing di dunia kerja maupun jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Ia mengingatkan bahwa KTP-el bukan sekadar identitas, melainkan pintu akses ke berbagai layanan publik dan kesempatan masa depan. Tanpa dokumen resmi, banyak peluang yang akan tertutup saat pelajar lulus nanti.
Pemkab Bojonegoro menargetkan program serupa diperluas ke sekolah lain di wilayah kabupaten. Targetnya jelas, seluruh pelajar yang memenuhi syarat wajib KTP dapat terekam sebelum lulus. Di sisi lain, penguatan literasi anti-narkoba akan terus disisipkan dalam setiap kegiatan kepemudaan. Sinergi antara Disdukcapil, BNN, dan dinas pendidikan menjadi kunci agar pesan yang disampaikan konsisten dan menyeluruh.
Pemkab optimistis pendekatan jemput bola seperti ini lebih efektif dibanding menunggu masyarakat datang ke kantor layanan. Dengan hadir langsung ke sekolah, proses menjadi lebih cepat, hemat waktu, dan menumbuhkan kesadaran administrasi sejak usia remaja.(red/toh)
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir






































