Perkuat Tata Kelola Bisnis Lokal, Disperinaker Bojonegoro Bekali Pelaku IKM Ilmu Manajemen
Senin, 11 Mei 2026 15:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro terus berupaya memperkokoh ekonomi kerakyatan dengan mengoptimalkan peran Industri Kecil Menengah (IKM). Melalui agenda Bimbingan Teknis yang diselenggarakan pada tanggal 7 hingga 8 Mei 2026 lalu di aula kantor dinas setempat, para pelaku usaha kecil didorong untuk memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap perubahan pasar agar mampu meningkatkan skala bisnis mereka.
Langkah tersebut bertujuan membekali para wirausahawan dengan pemahaman manajemen yang mumpuni sekaligus memupuk jiwa kemandirian dalam berusaha. Strategi ini diharapkan mampu menjadi solusi efektif dalam menekan angka kemiskinan melalui pembukaan peluang kerja baru di wilayah Bojonegoro.
Dalam momentum tersebut, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, memberikan penekanan bahwa pelatihan ini harus memberikan dampak jangka panjang. Ia menginginkan agar seluruh wawasan yang diperoleh para peserta dapat segera dipraktikkan sebagai mesin penggerak ekonomi yang baru.
"Semoga ilmu yang diperoleh dari bimtek ini dapat dimanfaatkan secara maksimal dan mampu membangun jejaring yang kuat antar sesama pelaku UMKM. Kami ingin apa yang dipelajari di sini segera diimplementasikan di usaha masing-masing agar dampak ekonominya langsung terasa," ujar Cantika dalam kesempatan pembukaan.
Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro, Mahmudi, menyebutkan bahwa IKM adalah pilar utama ekonomi daerah yang membutuhkan pengelolaan profesional. Menurutnya, potensi besar yang dimiliki IKM lokal seringkali terhambat oleh persoalan tata kelola internal perusahaan.
"IKM kita punya potensi besar, namun kendala utama seringkali ada pada tata kelola manajemen. Melalui kegiatan ini, pemerintah hadir untuk memastikan pelaku IKM tidak berjalan sendiri. Kita ingin mewujudkan sentra-sentra IKM yang tangguh di Bojonegoro. Jika manajemennya sehat, usahanya mandiri, maka otomatis lapangan kerja akan tercipta dan kesejahteraan masyarakat meningkat," terangnya, Senin (11/05/2026).
Mahmudi menaruh harapan besar agar kolaborasi antara pemerintah dan sektor usaha ini mampu mewujudkan masyarakat Bojonegoro yang lebih makmur. Dengan penguasaan manajemen yang tepat, produk-produk IKM lokal diharapkan tidak hanya bertahan di pasar domestik, melainkan juga mampu menembus persaingan pasar yang lebih luas.(red/toh)






































