Tempe yang Dimasak Lebih Sehat daripada Mentah
Jumat, 17 April 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Belakangan di media sosial muncul anggapan tempe lebih sehat dimakan mentah agar proteinnya tidak rusak karena proses memasak. Padahal, tempe biasanya dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Dari sini pertanyaannya mulai muncul, sebenarnya lebih sehat konsumsi tempe yang sudah dimasak atau tempe yang masih mentah?
Banyak orang percaya bahwa memasak tempe akan merusak proteinnya. Faktanya, pemanasan justru mengubah struktur protein menjadi bentuk yang lebih mudah dipecah oleh enzim pencernaan. Dengan kata lain, memasak tempe justru membantu tubuh menyerap protein (asam amino) dengan lebih efisien.
Meskipun tempe adalah produk fermentasi, proses produksinya di lapangan tidak selalu steril. Air, lingkungan, dan proses distribusi berpotensi memaparkan tempe pada bakteri atau mikroorganisme yang tidak diinginkan. Memasak (meski hanya dikukus atau ditumis sebentar) berfungsi sebagai proses sterilisasi untuk membunuh kuman tersebut.
Tempe mengandung asam fitat yang dapat menghambat penyerapan mineral penting seperti zat besi dan seng. Proses memasak terbukti membantu mengurangi kadar asam fitat ini, sehingga mineral dalam tempe lebih mudah dimanfaatkan oleh tubuh.
Makan tempe mentah tidak memberikan keunggulan gizi yang signifikan dibandingkan tempe matang. Sebaliknya, makan tempe yang sudah dimasak jauh lebih aman dari sisi kebersihan dan kesehatan pangan. Jika ingin menghindari minyak berlebih, tempe bisa diolah dengan cara dikukus, dipepes, dipanggang, atau ditumis dengan sedikit minyak.
Secara keseluruhan, para ahli gizi menyarankan agar tempe tetap dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi agar manfaatnya maksimal dan risikonya minimal.
Editor: Mohamad Tohir





































