Transformasi Pertanian Bojonegoro Lewat Teknologi Drone Sprayer di Desa Sumodikaran
Rabu, 22 April 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Komandan Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, meninjau langsung implementasi teknologi pertanian modern berupa pesawat tanpa awak atau drone dalam proses pemupukan padi di Desa Sumodikaran, Kecamatan Dander pada Selasa (21/04/2026) kemarin. Kegiatan yang berfokus pada pembinaan ketahanan pangan ini menyasar lahan persawahan milik Kelompok Tani Sido Mukti seluas 50 hektar dengan menggandeng pihak produsen pupuk cair sebagai penyedia teknologi.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan pemerintah pusat agar para petani di wilayah Bojonegoro mulai beralih dari metode konvensional menuju pertanian presisi. Penggunaan drone dianggap mampu memberikan efisiensi yang signifikan, mengingat alat tersebut dapat menyiramkan pupuk cair secara otomatis sesuai dengan luasan lahan yang telah diatur oleh operator.

Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto meninjau langsung implementasi teknologi drone dalam proses pemupukan padi di Desa Sumodikaran, Kecamatan Dander, Selasa (21/04/2026). Aset: Istimewa.
Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto menjelaskan bahwa program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional maupun lokal, sekaligus meningkatkan taraf hidup para petani. Selain itu, kehadiran TNI dalam pendampingan pertanian ini menjadi bagian dari upaya memperkokoh kemanunggalan dengan rakyat serta memastikan ketersediaan logistik wilayah demi kepentingan pertahanan negara.
Ia menilai bahwa adaptasi teknologi modern merupakan keharusan untuk mengejar produktivitas yang lebih tinggi. Melalui demonstrasi ini, diharapkan wawasan petani mengenai mekanisasi pertanian semakin terbuka sehingga mampu menghasilkan komoditas yang lebih berdaya saing di masa depan.
"Dengan drone, pekerjaan berat bisa dipermudah, biaya berkurang, waktu lebih efisien, dan hasil produksi lebih terjaga. Kodim 0813 Bojonegoro, akan terus bersinergi dengan semua pihak dalam mendukung program ketahanan pangan," kata Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, ST.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, menegaskan bahwa sektor pangan menjadi prioritas utama dalam kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Pihaknya menyambut positif inovasi drone sprayer dan penggunaan pupuk cair NPK sebagai bentuk adaptasi sektor pertanian terhadap perkembangan zaman.

Petani mempraktikkan teknologi drone dalam proses pemupukan padi di Desa Sumodikaran, Kecamatan Dander, Selasa (21/04/2026). Aset: Istimewa.
Hal ini juga menunjukkan bahwa sektor pertanian kita terus berkembang, dan mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi modern, ujarnya.
Antusiasme juga datang dari para pelaku tani di lapangan yang merasakan langsung manfaat dari uji coba teknologi ini. Efektivitas waktu dan penghematan biaya operasional menjadi poin utama yang dirasakan oleh para petani di Dusun Tempuran tersebut.
"Kami rasa dengan adanya drone ini para petani akan sangat terbantu, penggunaaan lebih efektif dan efisien, hemat waktu, tenaga juga hemat biayanya," pungkas Ketua Kelompok Tani Sido Mukti, M. Zaenul Mustofa.(red/toh)






































